Aliran Sesat di Indonesia, Ini Cirinya

Salikun.com – Aliran Sesat di Indonesia, Ini Cirinya

Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Ada hitam, juga ada putih. Ada manis ada juga pahit. Ada terang dan ada gelap. Ada kebaikan maka ada pula keburukan. Nah, maka jika ada jalan kebenaran di sana ada jalan kesesatan pula.

Entah mengapa sebagian orang alergi dengan kata sesat dan tidak mau membahasnya. Seakan-akan bagi mereka segala sesuatu itu benar dan tidak ada yang salah. Padahal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam sendiri seringkali mengisyaratkan adanya kesesatan dalam beragama dan senantiasa mengingatkan umat agar menjauhinya.

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu  ia berkata, “Rasulullah pernah membuat garis dengan tangannya, lalu bersabda, ‘ini jalan yang lurus’. Kemudian, beliau membuat beberapa garis di kanan kirinya, lalu bersabda, ‘ini semua adalah jalan-jalan uyang sesat, pada masing-masing jalan ini ada setan yang mengajak untuk masuk ke sana.’” (HR Ahmad, Nasai dan ad Darimi, hadis hasan)

Lalu apa pentingnya membahas tentang kesesatan dalam beragama? Perhatikan sebuah syair berikut ini yang dapat menjawab pertanyaan tersebut

“Aku mengenal keburukan bukan untuk berbuat keburukan,
Namun aku mengenalnya agar bisa menjauhinya,
Karena orang yang tidak mengenal keburukan,
biasanya akan terjerumus ke dalamnya”

Pengertian Aliran Sesat

Dalam bahasa Arab, aliran sesat atau kesesatan itu adalah dhalal, yaitu setiap yang menyimpang dari jalan yang digariskan (yang benar) dan setiap yang berjalan bukan pada jalan yang benar, itulah kesesatan.

Dalam Al Quran disebutkan, setiap yang di luar kebenaran itu adalah sesat sebagaimana firman Allah dalam surat Yunus ayat 32. Kebenaran hanya datang dari Al Quran.

Pertanyaannya kini, kebenaran dari Allah itu adanya di Al Quran dan Sunnah namun cara pemahaman/penafsirannya seperti apa? Pertanyaan ini sudah ada jawabannya, dalam hadist tentang 73 golongan, riwayat Tirmidzi. “Siapakah dia (golongan yang satu yang selamat dari neraka itu) wahai Rosulullah ?” Beliau menjawab, “Mereka yang mengikuti aku dan sahabatku berada di atasnya.”

Dari hadist itu para ulama’ menyimpulkan bahwa barangsiapa yang tetap di atas jalan yang ditempuh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya maka dia termasuk yang selamat dari neraka. Dan barangsiapa yang menyelisihinya maka sungguh dia diancam dengan siksa neraka sesuai dengan kadar penyimpangannya.

aliran sesat di indonesia

Ciri Aliran Sesat

Penting sekali nbagi orang yang hendak menghindari aliran sesat untuk mengetahui cir-ciri mereka. Sebagaimana telah kami sampaikan bahwa kesesatan itu sangat beragam dan bermacam jumlahnya, maka tidak mungkin dalam kesempatan terbatas ini, kami menyampaikan semua ciri dari kesesatan yang terjadi di masa ini. Namun akan kami paparkan beberapa ciri dari jalan kesesatan atau aliran sesat yang ada di tanah air kita.

Alhamdulillah, sebagian ciri dan kriteria dari aliran sesat yang ada di Indonesia ini telah dikemukakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeluarkan maklumat tentang 10 ciri aliran sesat dalam Islam, yaitu:

  • Mengingkari rukun iman yang 6 (iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari akhir, Qadha dan Qadar) dan mengingkari rukun Islam yang 5 (syahadat, shalat, zakat, puasa, haji).
  • Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan sumber dalil syari yang utama (al Quran dan Sunnah).
  • Meyakini turunnya wahyu setelah Al Quran.
  • Mengingkari keaslian dan atau kebenaran isi Al Quran.
  • Melakukan penafsiran Al Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.
  • Menginkari kedudukan hadist nabi sebagai sumber ajaran agama Islam.
  • Menghina, melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
  • Mengingkari Nabi Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang terakhir.
  • Mengubah, menambahkan dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariat, seperti haji tidak ke baitullah, sahal fardhu tidak 5 waktu dan lainnya.
  • Mengkafirkan sesama muslim tanpa dalil syari, seperti mengkafirkan seorang muslim hanya karena bukan dari kelompoknya.

10 kriteria aliran sesat dalam fatwa MUI diatas bukan tanpa dasar, bahkan semuanya dilandasi oleh banyak dalil dari AL Quran dan Hadist. Dan semua poin itu berkesesuaian dengan prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah. Namun tidak memungkinkan bagi kita untuk membahasnya secara lebih detail lagi dalam laman ini.

Aliran Sesat di Dunia Islam Klasik

Maka, sebenarnya tumbuhnya aliran sesat dalam tubuh umat Islam pada zaman sekarang ini termasuk di Indonesa tidak terlepas dari firqah sesat induknya yang muncul pada zaman dahulu. Nah berikut ini adalah aliran sesat klasik yang ada di dunia islam.

  • Khawarij
  • Syiah
  • Muktazilah
  • Murjiah
  • Qadariyah
  • Jabariyah
  • Jahmiyah

Diantara kelompok tersebut ada yang saat ini masih menggunakan nama persis sebagaimana nama firqah induk mereka, hingga saat ini. namun ada juga yang berubah nama nama, namunhakikatnya tetap sama dari sisi fikrah dan akidahnya.

Aliran Sesat di Indonesia

Adapun contoh aliran sesat yang ada di Indonesia, maka sebagian ajarannya pun juga mirip dengan aliran sesat yang ada pada zaman dahulu. Dan tidak akan terlepas dari beberapa poin yang disebutkan oleh Majelis Ulama Indonesia di atas. Berikut ini daftar macam macam aliran sesat di Indonesia

  • Aliran Syiah
  • Ahmadiyah
  • Paham Inkarussunnah
  • HMA Bijak Bestari
  • Aliran Pembaharu Isa Bugis
  • Lemkari, yang kemudian berubah menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia)
  • LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), dulunya bernama Lemkari
  • Gerakan Lembaga Kerasulan (LK)
  • Agama Salamullah Lia Aminuddin
  • Ajaran Baha’i
  • Jaringan Islam Liberal (JIL)
  • Aliran Kerajaan Ubur-ubur
  • Aliran Satrio Piningit
  • Aliran Mangkujiwo

Jadi jumlah aliran sesat ini bukan hanya 5, 6 atau 10, bahkan lebih dari itu. Itu semua karena jauhnya sebagian masyarakat Islam dari sumber pedoman Islam itu sendiri.

Maka jika ada pertanyaan, lalu bagaimana cara mengatasi agar tidak terkena virus aliran sesat? Maka jawabannya adalah sebagaimana sabda Nabi diatas, yaitu mengikuti sumber hukum Al Quran dan Hadist sesuai dengan pemahaman para salaf (3 generasi utama yaitu sahabat Nabi, tabiin, tabiut tabiin).