Kesesatan Syiah, Inilah Aqidah Syiah Houthi Yaman

Kesesatan Syiah, Inilah Aqidah Syiah Houthi Yaman

Salikun.com – Kesesatan Syiah, Inilah Aqidah Syiah Houthi Yaman

Berikut ini adalah ringkasan dari tulisan Abu Zubair Abdullah al Majdi, seorang peneliti gerakan Syiah Hutsi (Houthi) di Sana’a Yaman.

Aqidah yang Dianut Gerakan Houthi

1. Akhlaq tercela Houthi Kepada Allah

Diantara kesesatan syiah dalam hal Aqidah adalah berani mengkritik dan mencela Allah atas keputusanNya. Padahal Allah ta’ala adalah dzat yang Maha Bijaksanan dan Adil.

Husain al Hutsi dalam salah satu ceramahnya saat menjelaskan isi surat Ali Imran, mengatakan bahwa Allah ta’ala tidaklah sempurna karena telah memilih Abu Bakar, Umar, Utsaman terlebih dahulu sebagai pengganti Nabi. Padahal mereka adalah orang sesat (menurut pendapat Houthi).

Baca juga : Konsep dasar Aqidah Islam

Putra dari Badruddin Houthi ini mengatakan saat menafsirkan Ali Imran 100, “Ya Allah, mengapa Engkau sia-siakan kami? Mengapa Rosulullah diutus dalam masa singkat, yaitu 23 tahun atau 25 tahun kepada keluarganya, padahal jumlah mereka tidak mencapai 1000 orang. Kepada mereka tersebut Engkau utus Rosulullah, pemimpin para Nabi dan Rosul. Tetapi mengapa setelah masa itu Engkau sia-siakan kami? Engkau tidak memberikan pembimbing kepada kami. Engkau juga tidak menunjuki kami kepada orang yang bisa membimbing kami sebagia penerus Rosul-Mu.”[1]

2. Aqidah Kelompok Houthi Tentang Khulafa’ Rasyidin

Kelompok Syiah yang menyempal dari Zaidiyah menjadi Rafidhah ini menganggap bahwa Abu Bakar, Umar dan Utsman telah menyimpang dan dianggap bertanggung jawab atas penderitaan yang dihadapi umat Islam saat itu.[2]

Kesesatan Syiah, Inilah Aqidah Syiah Houthi Yaman
Badruddin Houthi, pendiri milisi syiah Houthi

Husain al Hutsi mengatakan saat menafsirkan ayat dalam surat Al Maidah, “Kita meyakini bahwa Abu Bakar dan Umar telah menyimpang, bermasksiat dan sesat.”

Lebih dari itu mereka telah berani mengkafirkan para khulafa’ rasyidin, padahal para khalifah adalah orang terbaik sepeninggal Rosulullah dimata umat Islam secara umum. Gerilyawan Houthi mencela dan menghujat mereka dengan perkataan yang menyakitkan umat Islam.

“Sesuatu yang perlu dikoreksi dari perjalanan umat ini bahwa mereka para penguasa semenjak Abu Bakar -selain Ali dan ahlibait- dan orang yang bersama mereka seluruhnya telah keluar dari keimanan. Mereka telah menyesatkan aqidah umat.” Ujar Husain al Houthi pemimpin Syiah Houti Yaman pengganti Badruddin Houthi.

Penghinaan mereka terhadap sahabat utama ini berkebalikan dengan sabda Nabi yang menganjurkan umat Islam untuk berpegang teguh sunnah para khulafa’ rasyidin. Nabi sallallahu’alaihi wasallam bersabda sebagaimana diriwayatkan Abu Daud, “Hendaklah kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidin sepeninggalku.”

3. Meyakini Kebanyakan Sahabat adalah Kafir dan Menzalimi Umat Islam

Keberanian mereka mengkafirkan para khulafaurrasyidin juga dibarengi dengan mengkafirkan pada sahabat secara umum kecuali Ali dan Ahlu Bait. Badruddin al Hutsi berkata, “Saya pribadi meyakini kekafiran para sahabt karena mereka telah menyelisihi Rosulullah.”

Padahal Allah ta’ala telah ridho dengan para sahabat Nabi atas apa yang mereka lakukan sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah 100.

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

Dan orang-orang terdahulu yang masuk islam generasi pertama dari Muhajirin dan Ansor serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan, Allah ridho dengan mereka dan mereka ridho terhadap Allah ta’ala. Allah akan siapkan bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai, mereka kekal di dalam surga itu. Dan itulah kebahagiaan yang agung. (At Taubah 100)

Sementara itu Husain al Hutsi dengan tegas menganggap orang-orang sholih sahabat Nabi sebagai orang yang dzalim. Itu disampaikan saat ia ceramah dihadapan orang-orang syiah.

Lontaran penyesatan terhadap tokoh umat ini mirip dengan apa yang Khumaini -tokoh syiah Iran- nyatakan terhadap empat sahabat Nabi. “Aisyah, Zubair , Tholhah, Muawiyah dan orang semisalnya lebih keji dari anjing dan babi.”[3]

Bahkan Husain al Hutsi mengajak pengikutnya untuk berlepas diri dari para sahabat dan menganjurkan mereka untuk melaknat para sahabat.

“Berlepas dirilah kalian di dunia ini dari mereka para pembesar dan pendosa (yang dimaksud adalah sahabat), sebelum para sahabat berlepas diri dari kalian. Laknatlah mereka yang telah menunjuki ke jalan sesat meskipun jarak kalian dengannya beribu tahun.”

4. Houthi mengakui 12 imam syiah, sebagaimana pemahaman Syiah Itsna Atsariyah

Selain beberapa poin diatas, bentuk kesesatan Syiah houthi adalah meyakini sebagaimana yang diyakini orang-orang syiah itsanaasyariyah atau kebanyakan syiah di dunia saat ini.

Hal ini sebagaimana dinyatakan di dalam Mahalah al Muntadha, “Imam setelah Rosulullah adalah kepada orang yang diberi wasiat oleh Nabi yaitu Ali bin Abi Thalib, setelahnya Hasan, Husain, kemudian imam keturunan mereka seperti Imam Zaid, Al Qasim, Imam al Hadi, Al Qasim al Ilyani, Al Qasim bin Muhammad dan siapa saja yang mengikuti jalan mereka.”

Kebenciannya terhadap Ahlussunnah yaitu umat Islam benar-benar penuh kedengkian. Sehingg mereka berani mengkafirkan dan melaknat orang-orang yang membawa agama ini dari Nabi yaitu Sahabat radhiyallahu ‘anhum.


[1] Durus min Hadyil Quranil Karim, Husain bin Badruddin Hutsi, 2002

[2] Durus min Hadyil Quranil Karim, Husain bin Badruddin Hutsi, Tafsir Al Maidah

[3] Kitab thaharah, khumaini