Anjuran Talqin Mayit, Hukum dan Tata Caranya

Anjuran Talqin Mayit, Hukum dan Tata Caranya

Salikun.comAnjuran Talqin Mayit, Hukum dan Tata Caranya

Anjuran Talqin Mayit

Talqin Mayit artinya membimbing orang yang akan meninggal dengan kalimat thoyyibah tahlil. Hal ini dianjurkan bagi seorang muslim yang berada di dekat orang yang tengah menghadapi sakaratul maut. Imam Muslim meriwayatkan hadits dari Nabi sallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda,

لقنوا موتاكم لا إله إلا الله

“Ajarkanlah kepada orang yang akan meninggal untuk mengucap Laa Ilaaha Illaah.” (HR Abu Daud, shahih)

Salah satu manfaatnya adalah kalimat terakhir yang diucapkan orang yang akan meninggal itu akan menguatkan bekalnya besok menghadap Allah hingga dipermudah jalan menuju surga, dengan izin Allah. Rosulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir dari ucapannya adalah Laa Ilaaha Illallah maka dia masuk surga.”

Baca juga : Kematian sesuatu yang ditakuti, tapi ada juga orang yang ingin disegerakan kematiannya, bagaimana hukumnya ?

Sementara itu Umar bin Khatab amat menganjurkan talqin mayit dan terus menerus mengajari kebaikan kepada orang yang sakit parah, sebab orang yang akan meninggal melihat sesuatu yang tidak kita lihat.

فانهم يرون مالا ترون

“Sebab sungguh mereka melihat sesuatu yang tidak bisa kalian lihat.”

Imam Al Qurtubi juga menyebutkan diantara ibrah lainnya yang menjadi sebab talqin sangat dianjurkan adalah karena pada masa itu orang bijak sekalipun akan bingung dan kaget dengan kejadian yang belum pernah dialami. Setan amat dekat untuk menggoda anak adam agar menyimpang dari aqidah yang benar. Dan pada saat itu ia tengah melihat malaikat Maut yang bila dirasakan akan lebih berat daripada dipukul dengan seribu kali pukulan pedang.

Hukum Talqin Mayit

Para ulama’ secara umum mengatakan bahwa mengajari mayit dengan kalimat tauhid adalah sunnah ma’tsuroh (kebiasaan yang dicontohkan Nabi) dan dilaksanakan oleh umat Islam.

Anjuran Talqin Mayit, Hukum dan Tata Caranya

Cara Talqin Mayit

Menuntunya Hingga Mengucapkan Kalimat Tauhid

Menuntun orang yang hampir meninggal dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah hingga ia dimudahkan dengan kalimat itu.

Baca juga : Sholawat Nariyah dan Tafrijiah Lengkap Bacaan Arab, Latin dan Artinya

Apabila seorang mayit sudah bisa mengucapkan kalimat tahlil saat prosesi sakarat itu, maka jangan diulang-ulang lagi yang hal itu justru dapat membuatnya bingung dan gelisah.

Tidak Mengulang-Ulang, Jika Sudah Mampu Mengucapkan

Para ulama’ kurang suka mengulang hal itu, jika si mayit sudah memahami, mengucapkan dan menerima pengajaran yang diberikan. Kekhawatiran lain adalah jika ia justru mengeluh ditakutkan justru suul khotimah lah yang menjadi akhirnya. Maka Ibnu Mubarak rahimahullah mengatakan

لقنوا الميت لا إله إلا الله، فإذا قالها فدعوه

“Talqinkan mayit dengan Laa Ilaaha Illallah, dan jika dia telah mengucapkannya maka biarkanlah ia.”

Maksudnya adalah agar orang yang mati tersebut hanya kalimat tauhid sajalah yang ada di hatinya. Perbuatan hatilah yang dilihat Allah ta’ala dan menjadi penyelamat kemudian didukung dan dibenarkan oleh lisannya.

Cara Lain Mentalqin Mayit

Sejatinya talqin juga bisa dilakukan dengan cara lain, semisal membicarakan hadits yang terkait dengan talqin di dekat orang alim yang akan meninggal dunia. Sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Zur’ah yang saat itu di dekatnya ada Abu Hatim, Muhammad bin Salamah dan ulama’ lainnya. Mereka membacakan sanad hadits dihadapan sang pakar hadits itu. Berkata Abu Hatim, “telah bercerita kepada kami dari Abu Asim, dari Abdul Hamid bin Ja’far, dari Shalih bin Abu Gharib..” namun tidak diteruskan yang lain.

Maka kemudian Abu Zur’ah yang saat itu sedang naza’(dicabut nyawanya) mengatakan, telah bercerita kepada kami Abu Asim dari Abdul Hamid bin Ja’far dari Shalih bin Abu Gharib dari Katsir bin Murah dari Muadz bin Jabal, dia berkata Rosulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda

 مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir dari ucapannya adalah Laa Ilaaha Illallah maka dia masuk surga.”

Setelah itu Abu Zurah menghembuskan nafas terakhir.

Di kisah lain disebutkan, suatu ketika Asy-Sya’bi pernah menjenguk sesorang yang sakit. Ia melihat orang yang dijenguk itu merasa kepayahan sementara orang disisinya terus-terusan mengulang talqin, padahal orang yang akan meninggal itu telah mengucapkannya. Maka Asy Sya’bi mengatakan, “kasihanilah dia.” Tiba- tiba orang yang sakit itu berkata, “kamu ajari aku atau tidak, sungguh aku tak pernah berhenti mengucapkannya.” Kemudian orang yang sakit itu mengucapkan firman Allah dalam surat Al Fath 26.

Maka Asy Sya’bi menutup dialognya dengan ucapan, “Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan teman kita ini.”

At Tadzkirah Bi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah, Imam Qurtubi