Doa Mohon Kesembuhan dari Penyakit [Latin, Arab, Arti]

Doa Mohon Kesembuhan dari Segala Penyakit [Latin, Arab, Arti]

Salikun.comDoa Mohon Kesembuhan dari Segala Penyakit [Latin, Arab, Arti]

Manusia itu selalu akrab dengan musibah dan bencana, baik dalam bentuk ujian sakit maupun kehilangan sesuatu yang berharga pada dirinya. Maka pada kondisi itulah imannya yang akan menentramkan jiwanya.

Bagi mereka yang sabar dalam menghadapi rasa sakit tersebut, maka pahala besar menantinya. Begitu juga dengan orang yang meringankan beban orang yang sakit, baginya pahala menolong orang lain.

Islam menganjurkan umatnya agar memiliki rasa empati dan simpati besar bagi orang yang terkena musibah. Salah satu yang diajarkan para Nabi adalah mendoakan kesembuhan dan kebaikan bagi yang sakit.

Doa mohon kesembuhan ini menjadi kebaikan paling dasar bagi seorang muslim. Sebab tidak ada biaya finansial dari ibadah ini dan merupakan senjata terhebat yang bisa dimiliki setiap orang.

Meyakini Hakekat yang Menyembuhkan adalah Allah

Ketika Allah memberi ujian bagi seorang hamba berupa rasa sakit, maka Allah jugalah yang akan memberikan kesembuhan bagi seorang hamba. Dalam surat Asy Syuara’ ayat 80, Allah ta’ala berfirman tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam

وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ

“Dan jika aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS Asy Syuara 80)

Maka sebelum berusaha dari segala sesuatu, langkah pertama yang diambil adalah doa. Karena pada hakekatnya, dokter ataupun obat-obatan yang ada di alam ini hanyalah wasilah kesembuhan. Sementara Dzat yang menyembuhkan hanyalah Dia subhaanahu wa ta’ala.

Ayat al Quran Bisa Menjadi Obat Penyembuh

Salah satu bentuk keutamaan dari Al Quran adalah obat penawar dari berbagai macam penyakit. Penyembuh ini bisa berarti penyembuh penyakit hati dan dzohir.

Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman dalam surat Al Isra’ ayat 82

وننَزِّلُ مِنَ القرآنِ مَا هُوَ شفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ، وَلاَ يَزيْدُ الظالِمِيْنَ إلاَّ خَساراً

Dan telah Kami turunkan dari Al Quran itu suatu obat penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman. Dan (kalaamullah Al Quran) itu tidak akan menambah bagi orang-orang dzalim kecuali kerugian. (QS Al Isra’ 82)

Penyembuh (شفاء) dalam ayat ini bisa berarti menyembuhkan dari penyakit kejahilan dan kesesatan sebagaimana disebutkan oleh Imam Suyuti dalam Tafsir jalalain[1]. Namun bisa juga berarti obat bagi tubuh yang sakit yaitu dengan ruqyah.[2]

Selain memberi kesembuhan, Al Quran juga mendatangkan rahmat bagi orang-orang beriman. Yang membacanya akan diselimuti ketenangan batin dan dzahirnya.

Adapun bagi orang kafir lagi dzalim, maka bacaan Al Quran itu justru semakin membuatnya merugi. Karena penolakannya dengan kebenaran dan sikap sombongnya yang terus bertambah. Sebab nasehat itu tidak akan bermanfaat bagi hati yang telah hitam tertutup kegelapan, sebagaimana hujan yang jatuh di tanah tandus maka tidak menumbuhkan apa-apa.[3]

doa diberi kesembuhan sakit

Doa Diberi Kesembuhan Sesuai Sunnah

Dalam shahih Bukhari disebutkan, bahwa Doa yang dibaca oleh Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam untuk meminta kesembuhan adalah

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ الْبَأسَ، اشْفِهِ وَأَنْتَ الشَّافِى، لا شِفَاءَ إِلا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

Allahumma Robbannaas, adzhibil ba’sa, isyfiihi wa Antas Syaafii, Laa Syifaa_a illa syifaauka, syifaa_an laa yughoodiru saqoma.

“Ya Allah Tuhannya manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah karena Engkaulah Dzat yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada penawar kecuali penawar dari Mu, penawar kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa nyeri.” (HR Bukhari dan Muslim)

Sementara dalam redaksi lain yang sedikit berbeda tetapi memiliki makna yang sama, disebutkan oleh Imam Nawawi.[4] Bahwa Rosulullah sallallahu’alaihi wa sallam membaca doa kesembuhan untuk sahabatnya dengan lafal berikut ini

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ, أَذْهِبِ الْبَأْسَ, اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي, لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ, شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allahumma Robban Naasi, adzhibil ba’sa, isyfi Antas Syaafii, laa syaafiya illa anta, syifaa_an laa yughoodiru saqoman.

Tambahan Doa Minta Kesembuhan dalam Hadits Lain

Selain doa diatas, ada juga doa kesembuhan yang diajarkan Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat Utsman bin Abil ‘Ash.

Saat itu Utsman tengah merasakan sakit di badannya, maka Nabi memerintahkannnya agar meletakkan tangan diatas bagian tubuh yang sakit. Seraya berdoa dan mengatakan

بسم الله ثلاثاً … وقل سبع مرات: أعوذ بالله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر

Membaca doaBismillahsebanyak 3x

Membaca doaA’uudzubillahi wa qudrotihi min syarri maa ajidu wa ukhaadzirsebanyak 7x

Artinya

“Dengan menyebut nama Allah”

“Aku berlindung kepada Allah dan Maha MampuNya dari keburukan yang aku jumpai dan aku khawatirkan” (HR Muslim, Ahmad dan Nasa’i)

Lafal doa yang lain, yang juga diajarkan oleh Nabi agar beroleh kesembuhan adalah saat Nabi menjenguk orang arab badui yang tengah menderita demam yaitu

لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

Laa ba’sa tohuurun insyaAllah.

“semoga tidak apa-apa (sakit tersebut), suci (dan menyembuhkan) dengan kehendak Allah ta’ala.” (Al Adzkar li Nawawi)

Doa mohon kesembuhan yang lebih ringkas dan simple lainnya adalah ucapan dan doa Nabi untuk Sa’ad bin Abi Waqash, dalam hadits shohih riwayat Muslim.

اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Ya Allah beri kesembuhan untuk Sa’ad, Ya Allah beri kesembuhan untuk Sa’ad, Ya Allah beri kesembuhan untuk Sa’ad. (HR Muslim)

Dan jika hendak dipraktekkan kepada orang lain dengan nama berbeda seperti jika Budi sakit maka dengan ucapan berikut ini.

Allahumma isyfi Budi, Allahumma isyfi Budi, Allahumma isyfi Budi.

Ya Allah beri kesembuhan untuk Budi, Ya Allah beri kesembuhan untuk Budi, Ya Allah beri kesembuhan untuk Budi.

doa kesembuhan mujarab dari islam

Doa Mujarab dan Ruqyah Mandiri

Diantara doa mohon kesembuhan yang disunnahkan untuk dibaca adalah doa ruqyah, terutama ruqyah mandiri untuk diri sendiri. Doa ini bisa dibacakan langsung atau juga bisa dibacakan diatas air minum kemudian dimimunkan kepada orang yang sakit.

Dan adalah Malaikat Jibril alaihissalam pernah meruqyah dan mendoakan kesembuhan untuk diri Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam

بسم الله أرقيك، من كل شيء يؤذيك، من شر كل نفس أو عين حاسد، الله يشفيك، بسم الله أرقيك

Bismillahi urqiika, min kulli syaiin yu’dziika, min syarri kulli nafsin au ‘ainin khaasidin, Allahu yasfiika, bismillahi urqiik

“Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau padangan mata yang dengki. Allah memberi kesembuhan bagimu, dengan menyebut asma Allah aku meruqyahmu.” (HR Muslim, Nasai, Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Menurut Syaikh bin Baz, mufti Saudi Arabia, bahwa jibril pernah meruqyah Nabi ketika beliau sakit dengan menggunakan air yang dibacakan doa.[5] Jadi hal ini juga merupakan sunnah dalam menyembuhkan penyakit yang menimpa seseorang.

Doa diatas dibaca oleh orang yang meruqyah atau menjenguk kepada orang yang sakit. Adapun jika ruqyah itu dilakukan mandiri maka yang dibaca adalah sebagai berikut.

بسم الله أرقي نفسي من كلّ شيء يؤذيني، ومن شر كلّ نفس أو عين حاسد، بسم الله أرقي نفسي الله يشفيني

Bismillahi urqiy nafsii min kulli syaiin yu’dziini, wa min syarri kulli nafsin au ‘ainin haasidin, bismillahi urqiy nafsii, Allahu yasfiinii.


[1] Tafsir jalalayn ditulis oleh jalaluddin al mahali (al kahfi – annas + al fatihah) dan jalaluddin as suyuti (al baqoroh – al isra’).

[2] Tafsir al Muyassar

[3] Zubdatu Tafsir min fathil qadir, syaikh sulaiman al asyqar

[4] Dalam kitab al Adzkar

[5] Fatawa tibb wal mardhaa