Doa Taubat Para Nabi Kepada Allah

doa taubat para nabi dan rosul

Salikun.com – Berikut ini penjelasan detail dan lengkap dari definisi taubat dan contoh doa doa taubat para Nabi yang dicantumkan dalam Al Quran dan sunnah.

Dan selayaknya kita sebagai umat Nabi untuk mencontoh doa dan perkataan mereka alaihimusholatu wa salam.

Arti Taubat dan Syaratnya

Kata taubat berasal dari bahasa arab yaitu توب (tawaba) yang memiliki arti sama dengan kata رجع (roja’a) yaitu kembali. Jadi makna orang yang bertaubat adalah orang yang kembali dari perbuatan dosa menuju perbuatan ketaatan.

Dalam definisi syariat juga dijelaskan bahwa taubat adalah meninggalkan dosa dengan cara menyesali dosa tersebut, tidak mengulanginya dan mengisi amalan setelahnya dengan kebaikan yang mendatangkan ridho dari Allah ta’ala.

Taubat juga berarti bentuk penyerahan diri seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan maksud agar dosa itu diampunkan oleh yang Maha Mengampuni dan Maha Penyayang.

Para ulama’ mensyaratkan bahwa dalam taubat nasuha itu mencakup 5 hal penting, yaitu : (1)Taubat dengan ikhlas kepada Allah. (2) menyesali perbuatan dosa yang dilakukan. (3) Berhenti dari perbuatan maksiat (4) Tidak mengulangi dosa tersebut. (5) Dilakukan di saat masa taubat masih ada.

Selain bentuk penyesalan dari perbuatan salah. Taubat juga berarti bentuk ibadah perendahan diri seorang hamba kepada Tuhannya. Dengan amalan itu seorang akan dinaikkan derajatnya disisi Allah subhaanahu wa ta’ala.

Taubat inilah yang dicontohkan langsung oleh para Nabi Allah, bahkan Rosul terbaik umat ini, Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam pun dalam sehari bertaubat atau mengucapkan kalimat istighfar (minta ampunan) tidak kurang dari 70 kali.

Doa Taubat Nasuha Latin dan Artinya

Doa taubat nasuha ada berbagai macam. Ada yang berbentuk singkat atau ada yang panjang. Dan masing-masing memliki keutamaan tersendiri.

Jika doa taubat itu berbentuk ringkas, biasanya lebih mudah dihafal, mencakup bentuk pertaubatan secara umum. Bahkan kalimat itu sering kita ucapkan dalam dzikir harian kita.

Contoh dari doa taubat ringkas adalah mengucapkan kalimat istighfar

اَسْتَغْفِرُ اَللّهَ الْعَظِیْمَ وانوب اليه

astaghfirullaahal ‘adziim wa atuubu ilaih

Artinya

“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, dan aku bertaubat kepadaNya.”

Doa yang ringkas diatas juga bisa kita ucapkan dalam wirid-wirid keseharian kita, atau saat melakukan aktifitas apapun bisa diselingi dengan dzikir doa taubat diatas.

Adapun, jika doa itu panjang, biasanya mencakup pertaubatan yang lebih spesifik, lebih banyak mengandung pujian kepada Allah sekaligus pengakuan kerendahan diri kepadaNya.

Contoh dari doa taubatan nasuha yang panjang dan menghimpun banyak kebaikan adalah melafalkan doa sayyidul istighfar (rajanya doa minta ampunan kepada Allah swt).

Baca juga : Doa Sayyidul Istighfar yang Diajarkan Nabi Muhammad Lengkap

Doa taubat yang panjang ini, juga biasanya dilafalkan dalam dzikir utama dalam rangkaian shalat taubat.

Selain dzikir dan doa taubat yang diajarkan Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam, ada juga dzikir dan kumpulan doa taubat yang diajarkan oleh para Nabi sebelum beliau yaitu Nabi Adam, Ibrahim, Yusuf, Musa, Yunus dan lainnya. Dan doa ini disebutkan dalam Al Quran, hadits dan riwayat yang lainnya.

doa taubat nasuha
ilustrasi doa dengan mengangkat tangan

Doa Taubat Nabi Adam

Salah satu doa yang diabadikan dalam Al Quran, dan termasuk doa mustajab dari Nabi Adam as dan Istrinya adalah doa berikut

ربنا ظلمنا أنفسنا و إن لم تغفر لنا و ترحمنا لنكونن من الخاسرين

Robbanaa dzolamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakunanna minal khoosiriin

“Ya Tuhan kami, kami telah berbuat dzalim terhadap diri kami sendiri, andai Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raf 23)

Doa diatas adalah bentuk pengakuan kesalahan, penyerahan diri dan mengharap dengan sangat ampunan dari sang Khaliq, Allah subhaanahu wa ta’ala.

Dalam kita Al Wajiz, Dr Wahbah Zuhaili menyebutkan bahwa dengan doa itulah, Allah ta’ala menerima taubat Adam dan Hawa, kemudian memberikan petunjukNya kepada mereka berdua.

Doa diatas bisa kita amalkan untuk diri sendiri, sebab hakekatnya kita semua ini mendzalimi diri kita sendiri dengan dosa-dosa kita, dan tidak ada yang maksum selain para Nabi.

Sementara doa Nabi Adam yang lainnya ada dalam satu riwayat yang juga disebutkan oleh Imam as Suyuti dalam ad Durul Mantsur fi tafsiril ma’tsuur

اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي فأقبل معذرتي وتعلم حاجتي فأعطني سؤالي وتعلم ما في نفسي فاغفرلي ذنوبي

اللهم إني اسألك ايماناً يباشر قلبي ويقيناً صادقاً حتى أعلم أنه لم يصيبني إلا ما كتبت لي و أرضني بما قسمت لي

Allahumma innaka ta’lamu sirri wa ‘alaaniyyatii fa aqbil ma’dzirotii, wa ta’lam haajatii fa a’tinii suaali, wa ta’lam maa fii nafsii faghfirlii dzunuubii

Allahumma inni as_aluka iimaanan yabaasyiru qolbii wa yaqiinan shoodiqon hatta a’lamu annahu lam yushibunii illa maa katabta lii wa ardhinii bimaa qosamta lii

“Ya Allah, sesungguhnya Enkau mengetahui apa yang tersembunyi dan yang nampak maka terimalah penyesalanku ini, Engkau tahu kebutuhanku maka terimalah permohonanku, dan Engkau juga mengetahui apa yang ada dalam diriku maka ampunilah dosa-dosaku.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadamu keimanan yang menyentuh hatiku dan keyakinan yang benar hingga aku mengetahui bahwa tidak ada yang menimpaku kecuali yang telah Engkau tuliskan kepadaku, dan anugrahilah rasa ridho dengan apa yang Engkau putuskan kepadaku.”

Bacaan Doa Taubat Nabi Nuh

Doa pertaubatan Nabi Nuh dari kesalahan yang beliau tidak sadari adalah saat memintakan ampunan untuk anaknya yang telah ingkar kepada Allah ta’ala.

Rasa kasih itu timbul dalam hati Nuh karena anaknya adalah bagian dari darah dagingnya sendiri, namun Allah ta’ala menegurnya bahwa hubungan kerabat yang paling tinggi adalah hubungan dalam agama Allah.

Kemudian, doa ini diabadikan oleh Allah ta’ala dalam surat Hud ayat 47

رب إني أعوذ بك أن أسألك ما ليس لي به علم وإلا تغفر لي وترحمني أكن من الخاسرين

Robbi inni a’udzubika maa laisa lii bihi ilm, wa illa taghfir lii wa tarhamnii akun minal khoosirin

Ya Tuhan, aku berlindung kepadamu terhadap permohonan yang tidak aku ketahui ilmunya, dan jika Engkau tidak mengampuniku dan memberi rahmat kepadaku niscaya aku termasuk orang yang merugi. (QS Hud 47)

Doa Taubat Nabi Ibrahim

Adapun doa taubat yang dipanjatkan oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah doa yang diabadikan dalam surat Al Baqarah ayat 127-128

ربنا تقبل منا إنك أنت السميع العليم …

وتب علينا إنك أنت التواب الرحيم …

Robbanaa taqobbal minnaa innaka antas samiiul ‘aliim

Wa tubb ‘alainaa innaka antat tawwabur rohiim

Ya Tuhan kami, terimalah (ibadah kami) sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui… (QS Al Baqarah 127)

Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang… (QS Al Baqarah 128)

Doa diatas biasanya juga diucapkan dalam rangkaian ibadah haji dan umrah oleh kaum Muslimin.

doa para nabi tentang taubat

Doa Taubat Nabi Musa

Salah satu doa Nabi Musa tentang taubat adalah yang diabadikan dalam Al Quran, surat Al Qasas ayat 16

رب اني ظلمت نفسي فاغفر لي

Robbi inni dzolamtu nafsii fahgfirlii

“Ya Tuhan, aku telah berbuat dzalim kepada diriku sendiri, maka ampunilah aku.” (QS Al Qasash 16)

Doa tersebut adalah doa Nabi Musa setelah beliau melerai pertengkarang dua orang dan kemudian memukul salah seorang diantaranya tanpa sengaja, tetapi orang tersebut justru meninggal dunia.

Doa Taubat Nabi Yunus

Adapun doa pertaubatan Nabi Yunus alaihissalam saat beliau ditelan oleh ikan yang sangat besar adalah dengan dzikir yang diabadikan dalam surat Al Anbiya’ 87

لا إله إلا أنت سبحانك إني كنت من الظالمين

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minadz dzoolimiin

“Tidak ada tuhan kecuali Engkau ya Allah, Maha Suci Engkau sesungguhnya aku termasuk diantara orang yang dzalim.” (QS Al Anbiya’ 87)

Kemudian diayat selanjutnya yaitu Al Anbiya’ 88, Allah subhaanahu wa ta’ala menerima taubatnya Nabi Yunus. Ia mengeluarkan Nabi Yunus dari gelapnya perut ikan, dan Allah jugalah yang akan mengeluarkan orang-orang beriman dari kesulitan mereka.

Syair dan Doa Taubat Lainnya

Diantara doa taubat yang populer selain doa yang bersumber dari para Nabi alaihimussalam, adalah doa yang dilantunkan oleh Abu Nuwas (Abu Nawas), seorang penyair dan ulama yang dikenal juga dengan leluconnya.

Abu Nawas pernah bersyair dengan syiir taubat yang juga banyak dinyanyikan oleh para munsyid (penyanyi lagu nasyid hari ini) seperti Raihan,

Lihat dan download lagu raihan video dan mp3, doa i’tiraf taubatan nasuha

Kesimpulan Doa Taubat para Nabi

Dari doa-doa pertaubatan diatas menunjukkan bahwa para Nabi adalah orang yang paling berserah diri kepada Allah ta’ala. Mereka adalah orang paling banyak bersyukur dan sabarnya diantara hamba Allah.

Mereka jugalah orang mulia yang sangat cepat dan bersegera untuk bertaubat kepada Allah subhaanahu wa ta’ala. Meskipun kesalahan mereka ada unsur ketidaksengajaan yang mereka lakukan.

Contoh istighfar, dzikir dan doa para Nabi itu diabadikan dalam quran dan hadist agar umat Islam dan manusia secara umum sadar akan dosa yang mereka lakukan, dan bersegera mengikuti langkah taubat sebagaimana para Nabi pun juga melakukan.

Meskipun mereka ma’sum (terpelihara dari dosa), namun ketika melakukan kesalahan -yang sejatinya terampuni atas izin Allah ta’ala- mereka tetap bertaubat, dan ibadah yang paling afdhal dari orang yang berbuat salah adalah taubat.

Kalau orang yang terbaik di muka bumi ini, yaitu para Nabi yang dijamin surganya oleh Allah ta’ala saja begitu cepat dan sungguh-sungguh dalam bertaubat. Maka manusia biasa yang bukan Nabi, jauh lebih harus bercepat-cepat dan bersungguh-sungguh dalam taubat.

Add a Comment

Your email address will not be published.