Doa untuk Pengantin Baru

doa untuk pengantin

Salikun.com – Doa untuk Pengantin Baru Sesuai sunnah Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Saat mendatangi undangan pernikahan saudara sesama muslim, alangkah baiknya jika kita mendoakan kebaikan bagi mempelai laki-laki dan perempuan.

Hal ini karena, doa merupakan kebaikan yang paling minimalis diucapkan oleh seseorang untuk saudaranya.

Apalagi doa pernikahan ini sangat simple dan mudah dihafal. Bahkan hampir semua orang hafal, sebab mirip dengan doa harian.

Teks Lafal Doa untuk Pengantin

Doa untuk penganti juga merupakan bagian dari tujuan pesta nikah. Mendoakan agar mempelai diliputi keberkahan, sakinah dan mawadah dalam rumah tangganya.

Dalam hal ini, doa terbaik adalah sebagaimana dituntunkan oleh Nabi sallallahu’alaihi wasallam kepada para sahabat.

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ، وبَارَكَ عَلَيْكَ، وجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Latin

Baarokallahu laka, wa baaroka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khoirin

Artinya

“Semoga Allah ta’ala memberi berkah kepadamu, menambah keberkahan atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua di dalam kebaikan.” (HR Tirmidzi, Ibnu Hibban, Abu Daud, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah dan lainnya. Hadits shahih)

Atau bisa juga dengan mengganti dhomir  لك (laka) dengan لكما (lakuma) menjadi seperti berikut

بَارَكَ اللَّهُ لَكما، وبَارَكَ عَلَيْكما، وجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ

Latin

Baarokallahu lakumaa, wa baaroka ‘alaikumaa, wa jama’a bainakumaa fii khoirin

Artinya

“Semoga Allah ta’ala memberi berkah kepada kalian berdua (mempelai laki & perempuan), menambah keberkahan atas kalian berdua, dan menyatukan kalian dalam kebaikan.”

Doa pernikahan diatas diucapkan setelah mempelai laki-laki dan perempuan selesai menggelar akad nikah (ijab qobul).

Doa Pernikahan Nabi Lebih Baik dari Doa Ini

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi disebutkan, saat sahabat Nabi Uqail bin Abu Thalib radhiyallahu’anhu selesai akad nikah, maka banyak dari tamu itu mendoakan dengan kalimat

الرفاء والبنين

 “Semoga bahagia dan banyak anak”

Mendengar ucapan-ucapan itu, maka Uqail mengatakan bahwa Nabi melarang hal yang demikian. [1]

Namun ucapkanlah, Baarokallahu laka, wa baaroka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khoirin. Sebagaimana doa untuk pengantin diatas.

Baca juga : Uhibbuka fillah, ungkapan cinta, arti dan konskuensi sesuai syariat

Jadi mendoakan agar bahagia dan banyak anak saja tidaklah cukup. Namun perlu ditambahi sesuatu yang menyangkut perihal kebaikan akhirat, yaitu keberkahan.

doa pernikahan

Menyelami Makna Mendalam Doa Pengantin

Dalam redaksi kata diatas , ada ungkapan yang mirip tetapi berbeda makna. Yaitu saat nabi mengatakan Baarokallahu Laka dengan Baarokallahu ‘Alaika.  

lalu, apa saja perbedaan dan makna mendalam dari 2 ungkapan Nabi tersebut?

Makna Baarokallahu Laka

Makna tersembunyi Laka (untukmu) adalah berkaitan dengan hal-hal yang bersifat membahagiakan, menyenangkan dan bermanfaat.

Dan kata Laka ini diletakkan di awal doa. Seolah-olah mengindikasikan bahwa orang yang menikah saat di awal waktu diliputi dengan keindahan dan kebahagiaan.

Karena itu, harus ditambahi kata berkah, semoga kebahagiaan itu disertai dengan pahala kebaikan.

Makna Wa Baaroka ‘Alaika

Kemudian makna dari ungkapan ‘Alaika (atasmu) adalah berkaitan dengan hal yang bersifat memberatkan, membebani dan penuh pertanggung jawaban.

Sehingga kata ‘Alaika ini diletakkan di doa kedua. Seolah-olah mengindikasikan bahwa dalam mengarungi bahtera rumah tangga, pastilah ada kesulitan yang dihadapi.

Maka mudah-mudahan tetap menjadi keberkahan bagi kedua mempelai, sehingga tetap diberi kesabaran dan keberkahan dalam hidupnya.

Dan masa-masa itu ada setelah pengantin baru menjalani masa awal. Namun kesukaran apapun itu, jika saling menjaga komunikasi dan saling mengerti insyaAllah mudah dihadapi.

Sehingga pernikahan itu berkah untuk pasangan suami istri, memberikan keturunan yang berkah pula. Dan bersambung keberkahan dengan mendapat Ridho Allah ta’ala menembus hingga ke akhirat.

Bahagia dunia dan akhirat.

Itulah makna mendalam dari doa yang diberikan Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam.

https://salikun.com


[1] Larangan dalam hal ini adalah sesuatu yang dibenci Nabi.