Mengingat Kematian, Kebiasaan Orang Sholeh yang Dijauhi

Mengingat Kematian, Kebiasaan Orang Sholeh yang Dijauhi

Salikun.com – Mengingat Kematian, Kebiasaan Orang Sholeh yang Dijauhi

Salah satu perkara yang jarang diingat oleh kebanyakan manusia adalah mengingat kematian. Banyak sebab yang menjadi faktornya. Bisa jadi karena takut untuk mengingatnya atau lalai untuk mengingatnya karena faktor kesibukan. Padahal perkara ini adalah yang sering dihadirkan oleh orang-orang sholih terdahulu, karena banyak manfaat yang didapat dan merupakan anjuran para Nabi.

Sesorang tidak perlu khawatir dengan mengingat perkara mati ini. Sebab Mengingat mati tidaklah membuat seseorang didekatkan dengan maut. Dan sebaliknya menjauhi mengingatnya juga tidak lantas membuat sesorang itu dipanjangkan umurnya. Tetapi ketetapan taqdir Allah ta’ala lah yang menentukannya.

Rosulullah sallallahu’alaihiwasallam memerintahkan kepada umatnya untuk sering-sering mengingat kematian. Karena dengan mengingatnya hati seorang mukmin akan lembut dan ingat kampung akhirat. Dalam hadist shahih yang diriwayatkan At Tirmidzi, beliau sallallahu’alaihiwasallam bersabda

أكثروا ذكر هادم اللَّذات: الموت

“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kenikmatan, yaitu kematian”

Baca Juga : Apakah Boleh Berdoa Minta Mati Saat Menghadapi Ujian Berat?

Keutamaan Mengingat Kematian

Dalam riwayat yang lain dan semakna diatas disebutkan bahwa mengingat kematian dapat menggugurkan dosa dan menjadikan seorang zuhud terhadap dunia.

أكثروا ذكر الموت فإنه يمحص الذنوب ويزهد في الدنيا

“Perbanyaklah mengingat kematian, karena sesungguhnya hal itu dapat menggugurkan dosa dan menjadikan seorang zuhud di dunia.” (HR Ibnu Abi Dunya, dhoif)

Baca juga : Benarkah Arti Mimpi Gigi Copot Geraham Berarti Kakek atau Nenek Meninggal ?

Diantara keutamaan orang yang sering mengingat kematian adalah dikumpulkan bersama para syuhada’ fie sabilillah. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha bertanya kepada Nabi Muhammad

يا رسول الله هل يحشر مع الشهداء أحد؟ قال: نعم، من يذكر الموت في اليوم والليله عشرين مرة

“Ya Rosulullah adakah jenis manusia yang dikumpulkan bersama para syuhada?” Beliau mengatakan, “Ya, yaitu siapa saja yang mengingat kematian sehara semalam sebanyak 20 kali.”[1]

Mengingat Kematian, Kebiasaan Orang Sholeh yang Dijauhi

Bahkan orang yang paling banyak ingat mati adalah orang yang paling cerdas dalam kacamata Islam.

أن رجلا من الأنصار سأل النبي صلى الله عليه وسلم: “أي الناس أكيس؟ قال: أكثرهم للموت ذكرا، وأحسنهم لما بعده استعدادا..أولئك الأكياس

Ada seorang Ansor bertanya kepada Nabi Muhammad sallallahu’alaihiwasallam, “Siapakah manusia yang paling cerdas itu ? ” Maka Beliau bersabda, “Siapa yang paling banyak ingat mati, dan yang paling baik mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya… Merekalah orang yang paling cerdas.” (HR Ibnu Majah, Hasan)

Contoh Orang Shalih yang sering Mengingat Kematian

Dan orang sholih terdahulu juga sering mengingat hal ini, karena akan lebih mengingatkan tempat tinggal yang kekal yaitu akhirat. Adalah Umar bin Abdul Aziz saat menjadi khalifah pernah mengumpulkan para ulama’ kemudian mereka saling mengingat kematian, hari kiamat dan akhirat kemudian menangis.

فيبكون حتى كأن بين أيديهم جنازة

Mereka menangis seolah-olah jenazah itu ada dihadapan mereka[2]

Imam Al Qurtubi menyebutkan dalam tafsirnya, sungguh bagus tafsiran seorang yang menafsirkan ayat Al Qasas 77

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ

“Dan carilah pada apa yang Allah anugrahkan kepadamu untuk negeri akhirat.” (Al Qasas 77)

Yaitu seorang muslim hendaklah mencari kenikmatan Allah untuk mencari surga. Karena seorang mukmin itu tujuannya mencari dunia untuk bekal akhirat.

وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

“Dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari dunia” (Al Qasas 77)

Bagian dari dunia itu adalah kain kafan, karena mengingatnya adalah nasehat bagi seorang.


[1] Al mughni

[2] Ihya Ulumuddin, Al Ghazali, juz 4 hal 412

Add a Comment

Your email address will not be published.