Nama Nama Surga dan Gambaran Surga Firdaus

nama surga jannah
ilustrasi taman surga

Salikun.com – Berikut ini Gambaran Surga Firdaus dan Nama nama Surga yang disebutkan dalam Al Quran dan sunnah menurut Islam.

Antara Jannah Firdaus dan Surga Firdaus

Jannah Artinya

Secara bahasa, jannah (جنة) adalah sesuatu yang tertutup dan tersembunyi atau dalam bahasa arab disebut sebagai sitru  (ستر)dan taghtiyah (تغتية). Tertutup dari pandangan manusia dan tersembunyi karena berbeda alam dengan dunia.

Akar kata jannah (جنة) ini sama dengan kata jin (جن) yaitu suatu makhluk yang tertutup dan tersembunyi dari pandangan manusia. Akar kata jannah (جنة) lainnya adalah setara dengan kata junun (جنون) yang berarti orang yang akalnya tertutup atau disebut gila. Atau setara dengan kata janin (جنين) sesuatu yang tersimpan di dalam rahim.

Kemudian secara umum penyebutan kata jannah dalam bahasa arab juga bisa diartikan sebagai kebun atau taman, yakni tempat tumbuhnya banyak tanaman dan pepohonan.

Jannah Berarti Surga

Sedangkan arti jannah secara istilah syariat yang paling sering digunakan adalah tempat yang sangat menyenangkan dan penuh dengan berbagai kenikmatan di alam akhirat. Jannah dalam pengertian ini berarti adalah surga itu sendiri.

Kenikmatan di dalam surga ini mencakup pelbagai kegembiraan dan kesenangan yang tidak ada kesedihan di dalamnya. Saking dahsyatnya nikmat tersebut, sehingga disifati sebagai tempat indah yang tak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah dilihat oleh mata kepala manusia.

Baca juga : Sayyidul Istighfar, Wirid Ampunan yang Memudahkan Masuk Surga

Korelasi antara jannah yang berarti surga dengan jannah yang berarti kebun tersebut, karena di dalam surga itu terdapat banyak tumbuh-tumbuhan yang lebat akan buahnya, tidak akan pernah habis karena abadi di dalamnya. Surga Allah ini adalah balasan ketaatan untuk hamba-hamba Allah yang shaleh dan diridhoi.

Apa itu Surga Firdaus?

Menurut Ibnul Qayyim di dalam kitab Haadil Arwah ilaa Biladil Afrah disebutkan bahwa asal kata firdaus (فردوس) itu adalah bustan (بستان) yaitu taman atau kebun. Kata jamaknya adalah farodis (فرادس) seperti basatinu (بساتن).

Dan dalam Al Quran penyebutan kata firdaus itu bisa bermakna sebagai nama surga secara umum, atau sinonim dari kata jannah atau surga.

Tetapi Firdaus juga bisa diartikan sebagai surga yang paling tinggi kedudukannya daripada surga yang lainnya. Maka ada sebutan Jannah Firdaus atau Surga Firdaus.

Imam Mujahid dan Zajjaj berkata, “Firdaus adalah taman dalam bahasa Romawi.” Dan kata firdaus ini hakikatnya adalah taman yang mengimpun apa saja yang ada di seluruh taman

Nama Nama Surga dan Pintu Surga

Surga memiliki banyak nama sesuai dengan sifatnya. Objeknya tetap satu tetapi memiliki beberapa sifat yang bermacam-macam.

Sebagian ada yang menyebutkan bahwa nama surga itu ada 7, kemudian sebagai ada yang menyebutnya 8, 9, 10 dan seterusnya.

Meski demikian pembagian itu semua merujuk kepada lafal nama surga berdasarkan sifatnya. Sifat surga itulah yang dijelaskan oleh Allah langsung di dalam Al Quran atau Hadist Nabi.

Nah, berikut ini nama-nama Surga yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim al Jauziah, setelah mengkajinya dari dalil-dalil yang ada.

Al Jannah

Nama surga yang paling sering diucapkan adalah jannah. Ia mencakup seluruh nama surga dan mencakup seluruh kenikmatan, kelezatan, kebahagiaan, dan kesenangan.

Dan penjelasan serta definisi tentang jannah ini sudah diterangkan pada bab diatas, antara jannah dan surga.

Darussalam

Allah ta’ala menyebut surga dengan kata Darussalam di dalam surat Al An’am ayat 127 dan Yunus ayat 25.

لهم دار السلام عند ربهم

“untuk mereka (disediakan) Darus Salam di dekat Tuhan mereka.” (QS Al An’am 127)

والله يدعو الى دار السلام

“Dan Allah ta’ala menyeru kepada Darus Salam.” (QS Yunus 25)

Darussalam artinya adalah tempat keselamatan. Selamat dari musibah, penyakit dan berbagai hal yang tidak menyenangkan.

Darul Khuldi

Darul Khuldi artinya tempat yang abadi. Dinamakan sebagai tempat yang abadi karena penguninya akan hidup abadi di dalamnya.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Hud 108

عطاء غير مجذوذ

“Sebagai karunia (abadi) yang tidak ada putus-putusnya.” (QS Hud 108)

Darul Muqamah

Darul Muqamah adalah tempat tinggal yang kekal. Hal ini karena orang yang masuk ke dalam surga tidak akan pergi daripadanya untuk selama-lamanya. Mereka tinggal abadi di dalamnya.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Fathir 35

الذي أحلنا دار المقامة من فضله لا يمسنا فيها نصب

“Dialah yang telah menempatkan kami di Darul Muqomah (jannah yang kekal abadi) dari karunianya, tidak ada di dalamnya rasa lelah..” (QS Fathir 35)

Jannatul Ma’wa

Secara bahasa Ma’wa artinya tempat, berasal dari kata awa ya’waa. Jadi Jannatul Ma’wa adalah surga tempat tinggal di dalamnya.

Hal ini disebutkan dalam firman Allah ta’ala surat An Najm ayat 15.

عندها جنة المأوى

“Disisinya terdapat jannatul ma’wa” (QS An Najm 15)

Dalam satu riwayat disebutkan, bahwa Aisyah radhiyallahu anha berkata, “Jannatul Makwa adalah salah satu dari surga yang ada.”

Sementara menurut Atha’ dari Ibnu Abbas radhiyallahu anha berkata, “Jannatul Ma’wa adalah tempat tinggal Jibril dan Mikail”

jannah firdaus
ilustrasi jannah firdaus

Surga Aden

Aden adalah salah satu nama dari nama-nama surga. Namun juga bisa bermakna mencakup semua nama surga.

Hal ini disebutkan di dalam surat Maryam ayat 61

جنة عدن التي وعد الرحمن

“Surga Aden yang dijanjikan oleh Robb yang Maha Rahman (pengasih)..” (QS Maryam 61)

Darul Hayawan

Darulhayawan adalah negeri kehidupan yang sesungguhnya. Allah ta’ala berfirman dalam surat Al Ankabut 64

وان الدار الاخرة لهي الحيوان

“Dan sungguh akhirat itu adalah kehidupan yang sesungguhnya” (QS Al Ankabut 64)

Menurut para ulama’ tafsir bahwa surga adalah negeri kehidupan yang tidak ada kematian di dalamnya atau abadi selamanya.

Disebut sebagai kehidupan yang sebenarnya karena dalam surga sudah tidak ada lagi kesedihan, kesusahan, kesengsaraan dan kesulitan lainnya.

Firdaus

Menurut sebagian ulama’ firdaus adalah salah satu nama surga yang paling tinggi. Namun dalam definisi yang lainnya, firdaus adalah sinonim dari surga itu sendiri sehingga mencakup segala nama surga.

Surga Firdaus inilah yang disebutkan oleh Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai a’laa dorojatil jannah (derajat tertinggi surga).

Pengertian secara lengkap tentang firdaus ini telah diterangkan di bab sebelumnya (Apa Itu surga Firdaus? ).

Jannatu Naim

Jannatu naim artinya surga yang melimpah kenikmatan di dalamnya. hal ini disebutkan di dalam surat Luqman ayat 8

ان الذين امنو وعملو الصالحات لهم جنات النعيم

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih bagi mereka Jannatun Naim.” (QS Luqman 8)

Maqam Amin

Maqam amin adalah tempat tinggal yang aman dan sejahtera. Disebut demikian karena puncak kenikmatan ada di dalam surga. Dan surga inilah simbol dari keridhaan Allah ta’ala.

Allah berfirman dalam Ad Dukhan 51

ان المتقين في مقام أمين

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu ada di dalam maqom amiin..” (QS Ad Dukhan 51)

Dan seluruh kenikmatan surga Allah ta’ala baik itu berupa makanan, minuman, istri, bidadari surga dan segenap kenimakatan lainnya itu diberikan bagi mereka yang mendapat ridho Allah ta’ala.

Maka selayaknya bagi mereka yang menginginkan mendapat ridha Allah dan jannahNya, hendaknya mereka memperhatikan amalan-amalan yang dapat menjadikan seseorang ahli surga.

Itulah surga yang dirindukan, yang diwariskan untuk hamba-hamba Allah yang bertaqwa sebagaimana firman Allah dalam surat Maryam 63.

تلك الجنة التي نورث من عبادنا من كان تقيا

Itulah jannah/surga yang Kami wariskan bagi hamba-hamba Kami yang bertaqwa. (QS Maryam 63)

Itulah 10 Nama surga yang disebutkan dalam kitab Haadil Arwah ilaa bilaadil Afroh, yang diterjamahkan menjadi buka Tamasya ke Surga.

Nama Surga diatas diklasifikasikan berdasarkan sifatnya, dan bukan berdasarkan tingkatannya. Sebab akan ada pembahasan khusus tentang tingkatan dan macam-macam surga untuk calon penghuninya.

ilustrasi gambaran surga
ilustrasi gambaran surga dunia

Calon Penghuni Surga

Ketika Allah subhaanahu wa ta’ala menciptakan Surga, maka Allah juga menciptakan calon penghuninya.

Di dalam kitab Al Fawaaid, Ibnul Qayyim Al Jauziah al hanbali menjelaskan bahwa calon penghuni surga itu memiliki 4 ciri, yaitu

Awwab

Awwab adalah orang yang kembali kepada Allah setelah melakukan kemaksiatan. Awwab ini mirip dengan orang yang bertaubat kepadaNya.

Imam Mujahid, salah seorang ahli tafsir dari Tabiin, mengatakan bahwa awwab itu adalah orang yang mengingat kesalahannya lalu kemudian ia kembali kepada Allah ta’ala.

Manusia memang tempat salah dan lupa, namun mereka juga harus segera bangkit dari kesalahan itu dan mengakui kesalahan itu di hadapan Robbnya. Hal ini disebutkan di dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 135.

Hafidz

Hafidz adalah orang yang menjaga, yaitu menjaga aturan-aturan Allah ta’ala. Maknanya ia memelihara apa yang diwajibkan oleh Allah dan menjauhi hal yang tidak disukaiNya.

Qatadah menyebutkan, menjaga aturan Allah berarti memelihara hak dan nikmat Allah yang telah diberikan untuknya.

Hafidz ini pulalah yang disebut representasi dari makna takwa kepada Allah ta’ala. Mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apa yang dilarangNya.

Khosyah

Khosyah adalah takut. Maksudnya adalah takut kepada Allah dengan sebenarnya. Orang yang takut kepada Allah, akan selalu berusaha mendekat kepadaNya.

Takut muncul karena seorang mempunyai ilmu dan tahu hakikat ia diciptakan di muka bumi ini.

Semakin seorang berilmu, maka ia akan semakin tertunduk dan takut kepada Allah ta’ala. Bahkan Allah sebutkan dalam Al Quran, sesungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara hamba-hambaNya adalah para ulama’ (orang-orang yang ahli ilmu).

Inabah

Inabah adalah taubat seorang hamba kepada Allah. Ibnu Abbas menterjemahkan inabah dengan kembali kepada Allah dari kemaksiatan yang telah ia perbuat.

Inabah berarti kembali menggapai ridho Allah, setelah ia melalaikan kewajibannya sebagai seorang hamba.

Itulah 4 ciri penghuni surga secara umum, yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim al Jauziah. Sebenarnya masih banyak ciri yang lebih spesifik yang lainnya, namun kesemuanya itu hampir terangkum dalam 4 hal diatas.

Semoga Allah ta’ala mudahkan langkah kita untuk menjadi calon penghuni surga firdaus bersama para Nabi, Siddiqin, Syuhada dan Sholihin.

Add a Comment

Your email address will not be published.