Ziarah Kubur, Nasehat Paling Tegas untuk Hati Keras

salikun.comZiarah Kubur, Nasehat Paling Tegas untuk Hati Keras

Anjuran Ziarah Kubur

Dalam sebuah hadist yang disahihkan oleh Ibnu Hibban, Ibnu Masud meriwayatkan Rosulullah sallallahu’alaihi wasallam bersabda,

كنت نهيتكم عن زيارة القبور فزوروا القبور فإنها تزهد في الدنيا وتذكر الآخرة

Aku pernah melarang kalian dari ziarah qubur, namun sekarang berziarahlah karena sesungguhnya hal itu dapat membuatmu zuhud di dunia dan mengingatkanmu dengan akhirat. (HR Ibnu Majah)

Baca juga : Bolehkah seorang muslim minta disegerakan kematiannya ?

Hukum Ziarah Kubur bagi Laki-laki dan Perempuan

Seluruh ulama’ sepakat ziarah kubur bagi laki-laki adalah sunnah. Adapun bagi perempuan maka para ulama’ berbeda pendapat, perbedaan itu karena adanya fitnah yang mungkin timbul ketika kaum wanita hadir dan menziarahi kubur. Bagi wanita remaja, yang sangat dikhawatirkan memancing fitnah hukumnya adalah haram, namun bagi wanita tua hukumnya adalah mubah selama saat ziarah kubur tidak bercampur dengan laki-laki.

Bekal Terbaik Saat di Alam Kubur adalah Taqwa

Sahabat Ali radhiyallahu’anhu pernah ziarah kubur, saat mendekat di kuburan itu beliau mengatakan,

ياأهل القبور أخبرونا عنكم أو نخبركم أما خبر من قبلنا : فالمال قد اقتسم و النساء قد تزوجن والمسكن قد سكنها قوم غيركم ثم قال : أما و الله لو استطاعو لقالوا : لم نر زادا خيرا من التقوى

Wahai Ahli kubur, kabarkanlah kepada kami tentang keadaan kalian atau kami yang memberi kabar kami kepadamu. Adapun harta bendamu telah dibagikan, wanita-wanita kalian telah dinikahkan dan tempat tinggalmu dulu telah ditempati orang lain. Kemudian beliau mengatakan, seandainya mereka bisa bicara niscaya akan berkata, kami tidak melihat perbekalan yang lebih baik dan benar daripada taqwa.

Ziarah Kubur, Nasehat Paling Tegas untuk Hati Keras

4 Nasehat Efektif Bagi Hati yang Keras

Para ulama’ menyebutkan bahwa tidak ada nasehat yang lebih efektif untuk kesehatan hati manusia daripada ziarah kubur.

Imam Qurtubi menyebutkan bahwa ada 4 nasehat efektif bagi yang hatinya telah keras, yaitu menghentikan kebiasaan buruk kemudian beralih menuju majlis ilmu bersama orang-orang sholih, mengingat kematian, menyaksikan langsung sakaratul maut dan menziarahi kuburan orang yang telah mati.

Baca juga : Solawat Nariah dalam Tinjauan Syari dan dalil lengkapnya

Adapun obat hati yang ketiga dan keempat ini lebih efektif bila dibandingkan dengan yang pertama dan kedua, sebab melihat langsung di kejadian nyata. Nabi sallallahu’alaihwasallam bersabda,

ليس الخبر كالمعاينة

Mendapat berita itu berbeda dengan melihat langsung dengan mata kepala sendiri (shahih riwayat Ibnu Abbas)

Diriwayatkan, bahwa Hasan al Basri pernah menemui seseorang yang sakaratul maut dan kesusahan saat keluar nyawanya. Maka diapun pulan dalam keadaan roman wajah yang berbeda daripada saat ia pergi. Keluarganya menyapanya untuk makan bersama, namun jawab Hasan al Basri

يا أهلاه عليكم بطعامكم و شرابكم فو الله لقد رأيت مصرعا لا أزال أعمل له حتى ألقاه

Makan dan minumlah wahai keluargaku, demi Allah aku telah melihat sendiri kematian yang mana aku akan beramal untuknya hingga menemuinya.[1]

Adab-adab Ziarah Kubur

Diantara adab-adab ziarah kubur yang perlu diperhatikan adalah

  • Menanggalkan sandal/sepatu saat masuk area kuburan
  • Mengucapkan salam saat masuk kuburan (Assalaamualaikum daaro qoumin mukminin)
  • Berniat untuk mendapatkan ridho Allah ta’ala
  • Hendaklah menghadap wajah si mayit sebagaimana dahulu saat hidup ia berbicara dengannya
  • Ingin membersihkan hati dengan merenungi kematian
  • Memberikan kebaikan kepada mayit berupa bacaan al quran atau lainnya
  • Mengingat kematian dan hakikat dari kehidupan dunia yang sebentar ini
  • Tidak berjalan diatas kuburan
  • Tidak duduk diatas makam

Diringkas dari kitab at tadzkirah fie ahwali mauta wa umur akhirah, Al Qurtubi, halaman 129 – 136


[1] Az Zuhd, Imam Ahmad, hal 382

Add a Comment

Your email address will not be published.