Ayat dan Hadits Tentang Menutup Aurat

ayat dan hadits tentang menutup aurat

Ayat dan Hadits Tentang Menutup Aurat

Salikun.com – Jika kita melihat keadaan masyarakat sekitar kita, maka akan kita dapati banyak sekali orang-orang yang belum menutup aurat yang semestinya wajib ditutup. Baik itu laki-laki maupun perempuan.

Tidak menutup aurat itu bisa jadi karena belum fahamnya mereka akan batasan aurat itu sendiri, atau kadang memang ada yang sudah faham tapi masih sulit untuk menjaganya. Sementara dakwah dan himbauan untuk menutup aurat itu masih sangat minim.

Maka dampaknya adalah itu semua dianggap biasa saja, bukan merupakan kemaksiatan yang harus dihindari dan diingkari. Sementara orang yang menutupnya secara syari justru dianggap sebagai orang yang asing.

Inilah fakta yang mengharuskan seorang muslim saling mengingkari dan mengingatkan antar mereka. Sebab bila dibiarkan begitu saja dampak negatif menuju bibit-bibit perzinahan itu akan semakin kentara.

Baca juga : empat dzikir setelah shalat fardhu paling jitu

Definisi Aurat dan Konskwensinya dalam Islam

Di dalam kitab Al Mausuah Fiqhiyah al kuwaitiyah disebutkan bahwa aurat itu adalah bagian anggota badan yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain, baik itu untuk laki-laki maupun wanita.

Maka konskwensi jika menampakkannya adalah berdosa jika menyelisihi syariat. Dalam Islam, aurat dari wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Sedangkan untuk laki-laki, adalah antara pusar dan lutut.

Dan berikut ini adalah kumpulan ayat dan hadist tentang menutup aurat dalam agama Islam.

ayat dan hadits tentang menutup aurat

Ayat tentang Menutup Aurat

Menutup aurat dalam agama Islam hukumnya wajib sesuai dengan kesepakatan seluruh ulama. Meskipun dalam beberapa hal ada sedikit perbedaannya diantara mereka.

Ayat Pertama

Hal ini sebagaimana tercantum di dalam surat an Nur ayat 31. Allah berfirman yang artinya

“Dan katakanlah kepada wanita mukminah untuk memelihara pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka, dan jangan mereka mengumbar perhiasan mereka kecuali yang Nampak darinya. Dan wajib bagi mereka untuk menutupkan kain kerudungnya hingga ke dadanya. Janganlah mereka menampakkannya kecuali kepada pasangannya, atau bapaknya, atau bapak dari pasangannya, atau anak-anaknya, atau anak dari suaminya, atau saudara kandungnya, atau anak dari saudaranya, atau anak dari saudari kandungnya, atau wanita Muslimah, atau budak yang dimilikinya atau pelayan laki-laki yang sudah tidak punya minat terhadap wanita, atau anak yang itdak tahu tentang aurat. Dan jangan sampai mereka menghentakkan kakinya agar didengar perhiasan darinya, serta bertaubatlah kalian kepada Allah agar kalian selamat.”

Ayat diatas menjelaskan tentang siapa saja subjek yang diperbolehkan bagi seorang wanita ditampakkanya aurat selama fitnah itu tidak ada. Dan Batasan membuka aurat wanita kepada mahramnya itu menurut pendapat yang paling masyhur adalah pada batas terkenanya air wudhu.

Baca juga : Walimatul ursy atau walimatul urs?

Ayat Kedua Menutup Aurat

Allah ta’ala juga berfirman, dalam surat Annur 58

“Wahai orang yang beriman, hendaklah budak yang kalian miliki dan mereka yang belum mencapai usia baligh meminta izin kepadamu tiga waktu (jika ingin masuk ke ruang pribadi) yaitu sebelum fajar, saat engkau menanggalkan pakaianmu tengah hari dan waktu setelah sholat Isya. Tiga saat itu adalah aurat bagimu. Tidak ada dosa bagimu dan bagi mereka setelah waktu itu. Mereka melayanimu begitu juga kalian dengan sebagian yang lain. Begitulah Allah ta’ala menjelaskan ayat-ayatnya dan Ia maha mengetahui dan bijaksana.”

Dari ayat diatas juga bisa diambil kesimpulan bahwa seorang Mukmin hendaknya menjaga auratnya terkhusus di kamar pribadi mereka saat tiga waktu itu, karena waktu-waktu tersebut adalah waktu istirahat dan waktu santainya mereka. Maka wajib bagi pelayan atau budak meminta izin untuk masuk ruang pribadi di tiga tempat tersebut.

Ayat Ketiga

Allah ta’ala berfirman dalam surat Thaha 121

“Maka mereka berdua (adam dan hawa) memakan darinya (buah terlarang) hingga tampaklah bagi keduanya aurat mereka dan mulailah mereka berusaha menutupinya dengan dedaunan surga. Dan maksiatlah Adam kepada Robbnya serta ia telah tersesat. “

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa mereka merangkai dedaunan dari pohon Tin di Surga hingga tidak nampak auratnya.

Adam dan hawa merasa bersalah hingga mereka bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benar taubat dan Allah menerima taubatnya.

Ayat Keempat

“Wahai manusia, telah diturunkan kepada kalian pakaian yang menutupi aurat kalian, serta pakaian indah. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. Itulah beberapa tanda kekuasaan Allah ta’ala agar kalian selalu mengingat.”

Pakaian taqwa itu adalah pakaian yang menutupi aurat kita baik kepada laki-laki maupun perempuan. Pakaian taqwa itu juga berarti anjuran bagi kita menjauhi segala kemaksiatan yang Allah larang dan anjuran untuk takut kepadanya.

ayat dan hadits tentang menutup aurat

Hadist Tentang Menutup Aurat

Hadist Pertama

Suatu ketika Asma’ binti Abi Bakr pernah menemui Rosulullah sallallahu alaihi wasallam, sementara ia memakai pakaian yang agak tipis, maka Nabi berpaling darinya dan mengatakan, “wahai Asma’ sesungguhnya wanita itu jika telah mulai haid tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini.” seraya menunjuk dari wajah dan telapak tangannya. (HR Abu Daud, hadist hasan)

Dari hadist ini disimpulkan bahwa seluruh anggota badan wanita adalah aurat kecuali tangan dan wajahnya. Maka termasuk yang harus di tutupinya adalah kaki, lengan dan rambutnya. Kaki bisa ditutup dengan kaos kaki, lengan bisa dengan baju Panjang atau manset sementara rambutnya hendaklah ditutupi dengan hijab hingga menutup dadanya.

Hadist Kedua

Ada 2 golongan yang termasuk penghuni neraka yang aku belum pernah tahu sebelumnya, yaitu (1) suatu kaum yang memakai cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) wanita yang memakai baju tetapi telanjang mereka berjalan lenggak lenggok, sementara kepalanya seperti punuk untuk (lipatan rambut palsu atau lainnya). Maka mereka tidak memasuki surge dan tidak menghirup wanginya Jannah padahal bau wangi itu bisa tercium dari jarak yang amat jauh.

Ini merupakan peringatan agar seorang wanita tidak memakai pakaian ketat hingga memperlihatkan lekukan tubuhnya, atau berbusana mini hingga memperlihatkan sebagian auratnya dan tidak menyanggul dengan rambut palsu seolah seperti punuk unta. Yang ini semua diancam nabi dengan ancaman yang keras.

Haidits ketiga

Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Janganlah seorang lelaki melihat aurat lelaki yang lain, dan begitu juga wanita melihat aurat wanita yang lainnya. Seorang laki-laki tidak boleh satu kain dengan laki laki lain dan begitu juga seoran wanita tidak boleh satu kain dengan wanita lainnya.” HR Muslim

Selain larangan memperlihatkan aurat di depan lawan jenis, seorang juga tidak diperkenankan memperlihatkan aurat di depan laki-laki atau satu selimut dengannya. Karena hal itu bisa memicu hal yang tidak diinginkan.

Demikian beberapa ayat dan hadits tentang menutup aurat, yang wajib kita perhatikan. Yang dengan memperhatikan seksama kita tahu batasan yang wajib kita tutupi dan mana yang boleh diperlihatkan di khalayak umum.

Begitu mulianya syariat Islam sehingga hal-hal terperincipun juga turut di perharikan dengan seksama.

Add a Comment

Your email address will not be published.