Menghadapi Malam Pertama Nikah dengan Ilmu

malam pertama nikah

Salikun.comMenghadapi Malam Pertama Nikah dengan Ilmu [Lengkap dan Terbuka]

Setelah proses akad nikah selesai sesuai aturan yang disunnahkan, hendaknya suami dan istri mempersiapkan mental dan fisik untuk memasuki gerbang pernikahan di malam pertama. Pada masa itulah  keduanya bertemu dan berkumpul bersama.

Berikut ini adalah adab dalam menjalani malam pertama dalam tinjauan ulama’ Islam. Jika adab ini diperhatikan dan difahami berama maka malam itu akan dihiasi dengan keberkahan dan kebaikan, sesuai yang diaharapkan oleh pasutri.

Malam Pertama Pernikahan Muslim dan Muslimah

Malam pertama adalah malam dimana seorang wanita telah dihalalkan untuk berhubungan dengan suaminya, setelah melaksanakan proses akad nikah syar’i.

Saat seseorang memasuki malam pertama, tentunya ia harus memiliki bekal ilmu. Hal ini agar seseorang tidak grogi dan bingung terhadap pasangan barunya.

Selain itu, ia harus mengetahui adab dan akhlak dalam proses malam pertama itu. Rincian adab-adab malam pertama dalam pernikahan ini mengajarkan kepada kita bahwa syaiat Islam begitu memperhatikan semua masalah.

Saking lengkapnya syariat Islam, bahkan permasalahan pernikahan, ijab qobul akad nikah, pesta nikah, dan malam pertama juga dibahas dengan epik. Semua persoalan ini dikupas agar didapatkan malam pertama islami romantis bagi kedua pasangan.

Baca juga : Ijab Qobul Bahasa Arab, Apakah Hukumnya Sunnah ?

Sunnah Seorang Suami Meletakkan Tangannya Diatas Kepala Istri

Kesunnahan seorang suami meletakkan tangannya diatas kepala istri barunya ini tersebut di dalam hadist shahih riwayat Al Bukhari. Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika seorang diantara kalian telah menikahi perempuan, hendaklah ia memegang ubun-ubunnya dan mengucapkan nama Allah azza wa jalla, kemudian mendoakan keberkahan dengan ucapan, “Ya Allah aku memohon kepadamu kebaikan darinya dan kebaikan perangainya, aku berlindung kepadaMu dari keburukannya serta keburukan perangainya.””

Shalat Dua Rakaat Bersama dan Berdoa dengan Doa Malam Pertama

Kesunnahan shalat dua rokaat suami dan istri ini berdasarkan riwayat dari Ibnu Abi Syaibah dengan sanad jayyid. Dari Syaqiq, ia berkata, “Ada seorang lelaki bernama Abu Huraiz datang dan berkata, “Sesungguhnya aku telah menikahi wanita muda dan aku takut ia memancing kebencianku.””

Maka kemudian Abdullah bin Masud radhiyallahu anhu berkata, “Sesungguhnya kelunakan hati itu dari Allah dan kebencian itu dari syetan yang hendak menjelekkan apa yang Allah halalkan, maka jika istrimu datang suruhlah shalat dua rakaat di belakangmu kemudian ucapkanlah kalimat ini

اللهم بارك لي في أهلي وبارك لهم في اللهم اجمع بيننا ما جمعت بخير وفرق بيننا إذا فرقت إلى خير

Allahumma baarik lii fii ahli, wa baarik lahum fiyya, allahummajma’ bainanaa maa jama’ta bi khoirin, wa farriq bainanaa idza farroqta ilaa khoir

Artinya

Ya Allah berkahilah aku dan keluargaku, berkahilah mereka karena aku, Ya Allah kumpulkanlah kami dalam kebaikan dan jika Engkau hendak memisahkan kami, maka pisahkanlah kami menuju kebaikan.

malam pertama islami romantis

Suami Bersikap Lembut dan Menyuguhkan Makanan atau Minuman Ringan

Kesunnahan perilaku ini langsung dicontohkan oleh Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam kepada istrinya, sebagaimana dalam riwayat Ahmad.

Bahwa Asma’ binti Yazid bin Sakan pernah mendandani Aisyah sebelum melihat suaminya (Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam), kemudian setelah itu datanglah Nabi Muhammad di samping Aisyah.

Setelah itu ada kiriman satu gelas besar berisi susu lalu beliau meminumnya. Setelah itu beliau memberikan minum itu kepada Aisyah, maka Aisyah pun menundukkan kepalanya karena malu.

Kisah diatas bisa menjadi contoh bagi pengantin yang tengah berbulan madu di malam pertama. Menyiapkan minum untuk istrinya, bukanlah sebuah aib. Bahkan itulah perilaku manusia terbaik, yaitu menghargai istrinya.

Nabi pernah bersabda dalam hadits shahih Ibnu Majah,

خيركم خيركم لأهله وأنا خيركم لأهلي

“Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dalam memperlakukan keluarganya, dan aku adalah orang terbaik diantara kalian dalam memperlakukan keluargaku.” (HR Ibnu Majah, shahih)

Doa Sebelum Jimak atau Hubungan Badan

Sebelum seseorang melakukan hubungan badan dengan istrinya, maka disunnahkan berdoa terlebih dahulu. Agar dilindungi dari syetan dan diberikan keturunan yang baik.

Doa sebelum jima’ ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih Bukhari.

بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

Bismillahi allahumma jannibnaa syaitoon wa jannibis syaitoon maa rozaqtana

“Dengan nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan dari rezeki yang Engkau anugrahkan kepada kami.”

Barangsiapa membaca doa hubungan badan diatas, maka jika Allah memberikan keturunan dalam hubungan itu, maka anak tersebut tidak akan diganggu oleh syetan.

Membuka Busana dan Menutup dengan Selimut

Membuka busana atau bertelanjang badan membuat tubuh terasa nyaman dan menambah kenikmatan dan kedekatan dengan istri. Bahkan dibolehkan bertelanjang bulat antara suami dan istri, namun menutupnya dengan selimut bersama.

Dalam riwayat Ahmad dan Tirmidzi, Nabi pernah bersabda

إن الله حيي ستير يحب الحياء والستر

“Sesungguhnya Allah itu Maha Malu dan Maha Tertutup, Dia menyukai sifat malu dan tertutup.” (HR Ahmad, Tirmidzi)

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah bercerita, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia sementara beliau belum pernah melihat milikku dan aku belum pernah melihat milik beliau.”

Bercumbu dan Memberi Pelukan Sebelum Berhubungan Badan

Ini adalah seni bercinta antara suami dan istri. Mencium, mencumbu dan memeluk istri akan membuatnya merasa nyaman, tentram, jiwanya siap digauli dan hasratnya lebih bisa terangsang dengan baik.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Janganlah kalian menyetubuhi istrinya seperti bersetubuhnya binatang, namun hendaklah mengawalinya dengan ‘utusan’.” Kemudian ada sahabat yang bertanya, apakah utusan itu? Beliau menjawab, “ciuman dan kata-kata.” (HR Ad Dailami, menurut Al Iraqi ini adalah hadits munkar)

Imam Ghazali dalam Ihya’ ulumuddin mengatakan, “Jika suami telah mencapai klimaks, hendaknya ia tidak terburu-buru meninggalkan istrinya sampai istrinya pun mencapai puncak kenikmatan. Karena terkadang istri lebih lambat mencapai titik orgasme hingga syahwatnya masih membara. Duduk meninggalkannya justru sama halnya dengan menyakitinya.”

malam pertama adalah

Boleh Menggauli Istri Darimanapun, Asalkan Tetap di Kemaluan

Kebolehan mendatangi istri darimanapun ini disebutkan dalam firman Allah surat Al Baqarah ayat 233.

“Istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian dimana saja…” (QS Al Baqarah 223)

Syeikh Nasih Ulwan berkata, “maksudnya adalah di tempat keluarnya anak, yaitu kemaluan, dengan cara apapun yang kalian sukai.  Baik itu dari depan, belakang atau samping.”

Kebolehan mendatangi perempuan itu maksudnya adalah posisinya boleh bagaimanapun, tetapi khusus di tempat keluarnya anak.

Adapun jika mendatanginya dari duburnya maka seluruh ulama’ sepakat itu diharamkan sebagaimana disebukan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sunnah Berwudhu, Jika Hendak Mengulangi Hubungan Badan

Kesunnahan berwudhu ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim. Nabi bersabda

إذا أتى أحدكم أهله ثم أراد أن يعود فليتوضأ

“Jika ada salah seorang dari kalian mendatangi istrinya lalu ingin mengulanginya lagi maka hendaklah berwudhu.” (HR Muslim)

Dalam riwayat yang lain disebutkan, “karena yang demikian itu lebih menyegarkan untuk mengulanginya kembali.”

Bahkan jika mandi, kemudian mengulanginya lagi dan mandi lagi lalu mengulangi lagi itu lebih baik. Hal ini sebagaimana Nabi menggilir istri-istrinya dan mandi di setiapnya. Ketika hal itu ditanyakan kepada beliau. Lalu beliau bersabda,  “Ini lebih baik dan lebih suci.”

Sunnah Segera Mandi Setelah Berhubungan

Menyegerakan mandi setelah berhubungan intim adalah perkara sunnah. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Muslim dari Abdullah bin Qais, ia berkata, “Aku bertanya kepada Aisyah, ‘bagaimana NRosulullah dalam janabah, apakah mandi sebelum tidur atau tidur sebelum mandi?’

Maka Aisyah berkata, ‘semuanya itu pernah dilakukan Nabi, terkadang beliau mandi baru tidur, terkadang beliau hanya berwudhu kemudian baru tidur.’ Maka Abdullah bin Qais berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kelonggaran dalam urusan ini.””

Suami Istri Boleh Mandi dalam Satu Bak

Kebolehan perilaku ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits muttafaq ‘alaih, dari Aisyah ia berkata, “Aku mandi bersama Rosulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana, tangan kami saling bergantian masuk ke dalam bejana…. Kami berdua dalam keadaan junub.”

Larangan Cerita Malam Pertama Nikah

Maksudnya larangan cerita tentan malam pertama ini adalah menceritakan tentang hubungan badan kepada orang lain. Hal ini disebutkan dalam hadist shahih riwayat Muslim.

ان شر الناس منزلة عند الله يوم القيامة الرجل يفضي الى امرأته وتفضي اليه ثم ينشر سرها

Orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang yang berhubungan badan dengan istrinya di malam hari, lalu ia menceritakan rahasianya itu kepada orang yang lainnya. (HR Muslim)

Termasuk dari aib atau rahasia itu adalah rahasia fisik, psikis, atau proses hubungan ranjang itu. Ini diharamkan di dalam Islam.

Itulah  beberapa adab dan teks hadits tentang malam pertama dalam perspektif hukum Islam. Maka hendaknya seorang muslim dan muslimah memperhatikan dengan seksama tentangnya.