Rukun Khutbah Jumat dan Contoh Khutbah Ringkas

Salikun.com – Inilah Rukun Khutbah Jumat dan Contoh Khutbah Ringkas.

Khutbah adalah salah satu rukun dari rangkaian ibadah shalat jumat. Khutbah jumat dilaksanakan sebelum sholat jumat ditegakkan. Khutbah dilaksanakan dua kali dan dipisah dengan duduk sementara atau duduk istirahat.  

Inti dari khutbah jumat adalah mengingatkan kaum muslimin untuk bertaqwa kepada Allah ta’ala. Sebab semua inti dari ibadah adalah taqwa kepada Allah ta’ala.

Ibadah jumat ini wajib bagi kaum muslimin laki-laki khususnya, dan diperbolehkan bagi wanita. Maka wasiat yang paling penting diucapkan adalah taqwa, mengingat akhirat dan menaikkan keimanan.

Wasiat ringkas, gampang diterima dan dapat diingat. Karena kebanyakan orang-orang muslim itu hadir mendengar ceramah saat hari jumat.

Adapun mendalami ilmu-ilmu keislaman dan keakhiratan yang bersifat luas, biasanya lebih banyak dengan menghadiri kajian umum, berguru kepada kyai ustadz dan lainnya. Dan ini dilakuakan oleh sebagian kaum Muslimin.

Baca juga : Syarat Wudhu yang Perlu Diketahui Seorang Muslim

Nah, berikut diantara rukun khutbah jumat yang hendaknya diperhatikan dan dilaksanakan oleh khotib jumat dalam sholat jumat.

Rukun Khutbah Jumat

Rukun khutbah jumat adalah hal-hal yang harus dilaksanakan oleh khotib saat khutbah jumat. Rukun ini bersifat wajib dan harus ada. Jika hilang salah satunya, berarti tidak sah khutbah jumat tersebut.

Maka dari itu, sangat perlu diperhatikan oleh para khotib yang mengisi khutbah jumat. Berikut ini penjelasan tentang 5 rukun khutbah jumat.

Bertahmid atau Memuji Allah ta’ala di kedua Khutbah

Rukun khutbah yang pertama adalah memuji Allah subhaanahu wa ta’ala dengan kalimat pujian. Sebagian ulama’ diantaranya Ibnu Hajar al Haitami mensyaratkan pujian itu dengan menggunakan lafal khusu hamdu atau pecahan kata darinya.

Sebagai contohnya adalah lafal alhamdulillah, nahmadullah, hamdan dan lainnya. Adapun jika menggunakan kalimat tahmid selain itu, menurut sebagaian ulama’ tidak diperkenankan seperti kalimat ass syukru lillah dan selainnya.

الحمد لله

Alhamdulillah

Segala puji untuk Allah subhaanahu wa ta’ala

Sholawat untuk Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam

Kemudian diantara rukun khutbah lainnya adalah memberi sholawat kepada Rosulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dalam lafalnya sendiri, sebagian ulama’ menyebut harus memakai akar kata shollaa sebagai bentuk ucapan sholawat. Sementara untuk Nabi Muhammad boleh menggunakan isim Muhammad, Rosul, Nabi, Ahmad, al Amin atau julukan lainnya.

Contoh doa sholawat yang benar dan simpel adalah allahumma sholli ‘alaa muhammad, shollallahu ‘alaihi wa sallam, nusholli ‘ala muhammad dan yang mirip dengannya.

اللهم صل على محمد

allahumma sholli ‘alaa muhammad

Semoga Sholawat tercurah kepada Nabi Muhammad

Kaedah penyebutan shalawat ini, disampaikan oleh ulama’ syafiiyah diantaranya adalah Syekh Mahfudz at Tarmasi, Zakaria al Anshari, Ar Ramli dan lainnya.[1]

Wasiat Taqwa dalam 2 Khutbah

Rukun khutbah yang ketiga adalah wasiat taqwa. Dalam pengucapannya boleh berupa mengajak kepada keimanan, kebaikan dan ketaatan kepada Allah ta’ala.

Tidak ada lafal khusus dalam hal ini. Bisa juga mengutip ayat Al Quran tentang perintah taqwa. Kemudian setelah itu barulah ajakan menghindari kemaksiatan sebagai penguat iman dan taqwa.

Seperti mengutip firman Allah ta’ala dalam surat Ali Imran 102

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Yaa Ayyuhalladziina aamanut taqullaha haqqo tuqootihi wa laa tamuutunna illa wa antum muslimun

Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian dengan sebenar-benar taqwa, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. (Ali Imran 102)

Atau bisa juga dengan kalimat

أوصيكم و نفسي بتقوى الله

Uushiikum wa nafsii bi taqwallah

Aku nasehatkan kepada kalian dan kepada diriku untuk bertaqwa kepada Allah ta’ala.

Wasiat taqwa inilah inti isi dari khutbah jumat. Nasehat taqwa ini bisa diperpanjang dengan himbauang untuk beriman, istiqomah, menjauhi kemungkaran dan seterusnya.

Membaca Ayat Al Quran

Kemudian rukun dari khutbah jumat lainnya adalah membaca ayat suci Al Quran. Minimla adalah satu ayat yang dapat difahami maknanya, dan bukan potongan ayat yang tidak difahami artinya dalam bahasa arab.

Tidak ada ketentuan harus ayat seperti apa. Namun yang terbaik dan jelas adalah membaca 1 ayat penuh yang dapat difahami seperti firman Allah dalam surat Al Baqarah 278.

يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله وذروا ما بقي من الربا

Yaa ayyuhalladziina aamanut taqullaha wa dzaruu maa baqiya minar ribaa

Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa-sisa riba.

Dan tidak harus ayat tentang taqwa, namun bisa juga ayat yang lainnya. Sebab wasiat taqwa telah ada sebagaimana penjelasan rukun khutbah sebelumnya.

Yang salah adalah jika mengutip ayat tetapi tidak dapat difahami seperti

مع الصادقين

Bersama orang-orang yang benar (kutipan At Taubah 119)

Pelafalan ayat yang tidak sempurna ini kurang bisa difahami secara menyeluruh. Tentang apa isinya, maknanya dan lain sebagainya.

Berdoa untuk Orang-orang Beriman

Doa untuk orang beriman ini adalah doa kebaikan untuk akhirat atau dunia akhirat. Jadi masih ada ruh ukhorowi dalam doa tersebut. Sedangkan doa hanya untuk maslahat dunia saja, itu adalah doa yang dibenci.

Contoh doa kebaikan dunia akhirat adalah sebagaimana firman Allah ta’ala dalam surat Al Baqarah 201

رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Robbanaa aatina fied dunyaa hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaaban naar

Ya Tuhan kami, anugerahilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan akhirat, jauhkanlah kami dari adzab neraka.

Contoh Khutbah Jumat Paling Simpel Sesuai Rukun

ان الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره

و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين

اوصيكم و اياي نفسي بتقوى الله فقد فاز المؤمنون المتقون

قال الله تعالى في كتاب الكريم “يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون”

Innal hamda lillah nahmaaduhu wa nasta_iinuhu wa nastaghfiruh

Was sholaatu was salaam ‘alaa rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbih

Uushiikum wa iyyaya nafsii bi taqwallah faqod faazal mukminuunal muttaquun

Qoolallahu ta’ala fi kitaabil kariim, “Yaa ayyuhalladziina aamanut taqullaha haqqa tuqootihi wa laa tamuutunna illa wa antum muslimuun.”

Duduk Istirahat Antara Khutbah Pertama dan Kedua

ان الحمد لله نحمده و نستعينه ونستغفره

و الصلاة و السلام على رسول الله وعلى اله وصحبه اجمعين

اوصيكم و اياي نفسي بتقوى الله فقد فاز المؤمنون المتقون

ان الله وملائكته يصلون على النبي ياايها الذين امنو صلواعليه وسلموا تسليما

ربنا اتنا في الدنيا حسنة وفي الاخرة حسنة و قنا عذاب النار

Innal hamda lillah nahmaaduhu wa nasta_iinuhu wa nastaghfiruh

Was sholaatu was salaam ‘alaa rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbih

Uushiikum wa iyyaya nafsii bi taqwallah faqod faazal mukminuunal muttaquun

Innallaha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabii, yaa ayyuhalladziina aamanu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa

Robbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar

Dibolehkan memperpanjang khutbah jumat dengan menambah nasehat untuk meningkatkan keimanan kaum muslimin. Namun disunnahkan adalah tidak terlalu panjang.

Sebab Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang ringkas saat berkhutbah, dan saat sholat beliau sedikit memanjangkan sholat jumatnya.


[1] Haasyiyah at Turmusi, Mahmud Termas

Add a Comment

Your email address will not be published.