Barbarossa, Bajak Laut Muslim Penentang Tirani

Khairuddin Barbarossa, Bajak Laut Muslim Penentang Tirani

Salikun.comBarbarossa Bajak Laut Muslim Penentang Tirani

Asal Usul Barbarossa Bersaudara

Dunia islam tidak akan pernah kosong dari para pahlawan penegak agamanya. Diantara sekian banyak pahlawan itu ada dua orang yang disegani dan ditakuti oleh barat karena kepiawaiannya dalam mengarungi lautan. Mereka adalah Aruj dan Khairuddin, yang keduanya sering disebut sebagai Barbarossa. Julukan itu disematkan orang-orang eropa karena warna janggut mereka berwarna merah, Barber berarti Janggut dan Rossa berarti merah. Kelihaiannya dalam perang di laut menjadikan musuhnya menjulukinya sebagai Barbarossa sang bajak laut Muslim.

Nama Aruj atau Uruj diambil dari peristiwa isra’ dan mi’raj. Dan kemungkinan besar ia dilahirkan bertepatan dengan malam peristiwa bersejarah nabi Muhammad saw. Orang-orang Turki menyebut hari itu dengan kata Uruj.[1]

Khairuddin adalah adik kandung dari Aruj Barbarossa. selain Aruj, Khairuddin juga memiliki saudara lainnya yang bernama Ishaq dan Ilyas. Khairuddin lahir pada tahun 1478 M di kota Metilene, Pulau Lesbos Yunani yang saat itu masuk dalam wilayah Turki Utsmani. Ayahnya bernama Ya’kub bin Yusuf merupakan veteran perang pada masa Sultan Muhammad II yang bergelar al-Fatih sedangkan ibunya merupakan penduduk asli pulau tersebut.

Mereka menetap di Lesbos, setelah sultan al-Fatih berhasil menakhlukkannya di tahun 1462. Ayah Khairuddin mengisi masa luangnya dengan membuka sebuah kedai dan membina keluarga hingga anak-anak mereka tumbuh dalam budaya pesisir. Suatu saat muncullah pelaut yang Tangguh dan handal dari keluarga tersebut. Mereka adalah Aruj dan Khairuddin bersaudara.

Para Pelaut Era Turki Utsmani

Keempat bersaudara (Aruj, Ilyas, Khairuddin dan Ishaq) itu semuanya adalah para pelaut, bahkan sering menyibukkan diri dalam urusan perdagangan antar negara. Aruj dan Ilyas adalah yang pertama kali terlibat dalam pelayaran. Kemudian, disusul oleh Khairuddin yang juga ikut memulai karirnya di lautan.

Mereka sering mengadakan transaksi perdagangan dengan orang-orang eropa sebagai lahan pekerjaan mereka. Dibesarkan di wilayah budaya pesisir, membuat mereka tumbuh menjadi para pemuda yang peka terhadap keadaan laut. Keahlian dna keterampilannya semakin terasah di lautan.

Bermodalkan keberanian dan talenta memipin yang baik, Barbarossa semakin tertempa dengan pengalaman panjang melaut dan tahu bahwa saudara muslim mereka membutuhkan pertolongannya.

Barbarossa Melawan Kedzaliman Ordo Militer Eropa

Suatu ketika kapal dagang Aruj dibajak oleh Ordo militer Kristen Saint John of Jerussalem. Pasukan yang sering disebut Knight of Rhodes itu berhasil menangkap Aruj dan membunuh adiknya yang paling kecil, yang bernama Ilyas. Namun, Khairuddin berhasil membebaskan Aruj dari cengkraman mereka. Setelah peristiwa itu, Aruj bertekad melawan kedzaliman para perompak eropa itu. Ia mengajak Khairuddin untuk ikut serta dalam perjuangannya tersebut.

Aruj dan Khairuddin memulai perjuangan mereka dengan sebuah kapal dan perlengkapan seadanya. Kekuatan mereka pada awalnya bertumpu pada Teknik gerilya hit and run. Suatu kali mereka menyerang mendadak kemudian pergi bersembunyi. Strategi ini mereka terapkan karena minimnya kekuatan armada untuk melakukan perang terbuka.[2] Namun, seiring berjalannya waktu dan pengalaman mereka di lautan bakat itu mulai terasah dan muncul sebagai armada perang yang ditakuti di perairan Laut Tengah Mediterania.

Negara-negara eropa seperti Portugis, Spanyol, Italia dan Yunani, membangun benteng-benteng pertahanan di wilayah pesisir mereka untuk mengantisipasi  serangan Barbarossa. Mereka juga berusaha agar negeri-negeri eropa betul-betul terbebas dari pengaruh umat Islam, meskipun hanya sedikit.

Para sejarawan Nasrani berusaha merusak nama baik mereka, dan menjulukinya dengan perompak (bajak laut). Orang-orang Italia bahkan menamai mereka dengan sebutan Il Diavolo atau si Setan. Para ibu di Eropa menakut-nakuti anak mereka yang nakal dan sulit  diatur dengan menyebut nama Barbarossa. Bahkan penyair eropa ada yang menggelarinya sebagai ‘pemilik segala kejahatan yang tak ada bandingannya di dunia’ dan Khairuddin Barbarossa Bajak Laut Muslim.

Peran mereka penting dalam usaha membela kaum muslimin dan menyelamatkan wilayah umat Islam. Bahkan mereka terlibat dalam perang menghadapi pasukan salib di Laut Tengah, pada masa pemerintahan sultan Salim I dan sultan Sulaiman Al Qanuni.

Bersambung ke artikel : Barbarossa si Janggut Merah di takuti barat


[1] Qiroah al Jadidah Fie Tarikh Utsmaniyah at Tahaluf as Solibi al Masuni al Isti’mary, DR Zakaria Sulaiman Al Bayumi, hlm. 79

[2] Ad Daulah al Utsmaniyah, awamilu nuhud wa asbabu suqut, DR Ali As Shalabi, hlm. 206

Add a Comment

Your email address will not be published.