Pelaut Muslim Ini Besarkan Nama Turki Utsmani

Pelaut Muslim Ini Besarkan Nama Turki Utsmani
ilustrasi barbarossa

Salikun.com – Pelaut Muslim Ini Besarkan Nama Turki Utsmani

Awal Mula Pelaut Muslim ini Bekerjasama dengan Turki Utsmani

Baca Artikel sebelumnya : Khairuddin Pasha Sang Pembela Umat Islam

Pada tahun 1516[1], cucu Ferdinand II yang bernama Charlos I, diangkat menjadi Raja Spanyol. Walaupun pada saat itu usianya baru 16 tahun, ia meneruskan permusuhannya kepada kaum Muslimin sekaligus menjadi musuh utama kerajaan Turki Utsmani dan Barbarossa sang pelaut muslim. Pada tahun 1517, Sultan Salim mengirim pasukan Turki Utsmani untuk merebut Kesultanan Mamluk-Burji.[2]

Untuk mempercepat pembebasan Andalusia, Khairuddin Barbarossa menjalin hubungan dengan pihak Turki Utsmani untuk melawan orang-orang Eropa Barat. Pengaruh Turki Utsmani yang begitu besar di Laut Tengah juga turut memudahkan lagi pembebasan Andalusia dan mengamankan lautan Mediterania. Disamping itu Turki Utsmani juga tengah naik daun pasca penakhlukan ibukota Romawi Timur di Konstantinopel.

Kondisi pemerintahan ustmani di masa pemerintahan Sultan Salim memang sangat memungkinkan untuk menjalin aliansi dengan Barbarossa. Terutama ketika kekuatan Utsmani diarahkan ke wilayah Timur Arab. Sementara tujuan utama dari itu semua adalah menghalau kekuatan Spanyol dan Portugis. Maka merupakan suatu hal yang logis jika kemudian ada yang menjalin aliansi dengan Turki Utsmani. [3]

Jebakan Tilmisan dan Kematian Aruj

Pada tahun 1518, Aruj dan pasukannya bergerak ke Tilmisan untuk menghadapi para penguasa setempat yang berhasil dihasut oleh pihak Spanyol. Khairuddin, sang adik, diperintahkan oleh kakaknya untuk memimpin Aljazair selama kepergiannya. Aruj dan anak buahnya berhasil merebut kota penting di Maghrib itu selama beberapa waktu, tapi mereka segera dikepung oleh tentara Spanyol dan pasukan yang berkhianat. Aruj dijebak untuk melawan penduduk setempat karena hasungan tantara Spanyol.

Baca juga : Barbarossa, Tercoreng di Barat, Harum di Hadapan Kaum Muslimin

Pada awalnya Aruj dan beberapa kaum muslimin berhasil meloloskan diri. Namun, pejuang yang biasa dipanggil Baba Aruj ini akhirnya syahid dalam pertempuran saat pelariannya. Setelah itu Khairuddin Barbarossa, sang adik, terpaksa  memimpin armadanya dan pasukan yang telah mereka bangun Bersama kakaknya dahulu.

Gugurnya salah satu pelaut muslim terbaik ini ternyata tidak membuat lemah mental saudaranya, Khairuddin. Ia memperlihatkan kegemilangannya dalam memimpin pasukan. Ia adalah seorang yang memiliki fisik yang sangat kuat seperti halnya Aruj. Ia berani sekaligus penuh dengan pertimbangan matang. Selain itu, ia juga cuku cakap dalam menguasai beberapa Bahasa seperti bahasa Turki, Arab, Yunani, Spanyol, Italia, dan Perancis.

Gugurnya Aruj membuat Spanyol kegirangan dan mengira era Barbarossa telah berakhir di Laut Tengah. Spanyol mengirim 20.000 tentaranya ke Aljazair, pertempuran hebat terjadi, namun Khairuddin berhasil mengalahkan pasukan laut tersebut dengan gemilang.

Kiprah besar Khairuddin dan Aruj Barbarossa inilah yang juga membuat nama Turki Utsmani menjadi besar dimata kaum Muslimin di Afrika dan Spanyol. Pembelaanya ini patut diapresiasi, meskipun salah satu diantara mereka harus gugur di saat misi belum berhasil


[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_Penguasa_Spanyol

[2] Kronologi sejarah Islam dan Dunia, Fedrian Hasmand, hlm. 285

[3] Qiroah al Jadidah Fie Tarikh Utsmaniyah at Tahaluf as Solibi al Masuni al Isti’mary, DR Zakaria Sulaiman Al Bayumi, hlm. 83