Si Janggut Merah Pembela Kaum Muslimin

Si Janggut Merah Pembela Kaum Muslimin
ilustrasi barat menggambarkan barbarossa sang bajak laut muslim

Salikun.comSi Janggut Merah Pembela Kaum Muslimin

Ekspansi Si Janggut Merah

Pasca runtuhnya Daulah Umawiyah di Andalusia tahun 1492 M, kaum Muslimin banyak yang melarikan diri dari Granada (kota terakhir yang ditaklukkan Raja Ferdinand-Isabella). Bangsa Moor[1] (kaum muslimin di Andalusia), Sebagian mereka terpaksa menyebrang ke Afrika Utara untuk menyelamatkan diri dari misi inkuisisi[2] pasukan Katolik.

Baca juga artikel terkait sebelumnya : Sang Pelaut Muslim Musuh para Tiran

Kaum muslim dari Moor yang sempat memimpin 8 abad di negri itu, dibersihkan pada misi Inkuisisi selama masa kepemimpinan Ferdinand II. Masjid Cordoba yang memiliki seribu tiang kini menjadi gereja, begitu pula Istana merah Alhambra hanya tinggal kenangan. Berita jatuhnya Andalusia dan hengkangnya kaum Muslimin dari negri tersebut terdengar oleh Turki Utsmani yang saat itu dipimpin oleh Sulaiman Al Qanuni yang telah berhasil menaklukkan Byzantium.

Berita pengusiran kaum Muslimin dari Andalusia itu didengar oleh Khairuddin yang saat itu masih berusia 14 tahun. Kisah penganiayaan raja Ferdinan-Isabella itu membuat emosi kaum Muslimin Utsmani marah, termasuk diantaranya Barbarossa bersaudara. Aruj dan Khairuddin mengajak sebagian kaum muslimin Andalusia yang berhasil menyelamatkan diri, untuk menjadi bagian terpenting dalam jihad lautan.

Baca Juga : Biografi Barbarossa bersaudara

Si Janggut Merah Menyatukan Kaum Muslimin

Barbarossa bersaudara memompa semangat juang kaum Muslimin itu dengan gigih hingga terbentuklah pasukan yang solid yang terdiri dari para ahli pelayaran, ahli strategi lautan dan orang-orang yang mahil dalam pembuatan kapal. Mereka adalah bang Moor yang juga sudah lama berada di lautan saat masih dibawah pemerintah Islam Andalusia. Moral mereka bangkit saat bertemu dengan Barbarossa bersaudara.

Kedua pejuang ini terus mengatur strategi dan menjalin kedekatan dengan beberapa penguasa setempat. Mereka menjadikan beberapa pulau di perairan Mediterania sebagai pangkalan militer kecil-kecilan, di antaranya Pulau Jarbah Gabes di daerah Tunisia yang diberikan oleh Sultan Tunis dengan imbalan Kerajaan akan menerima seperlima dari rampasan perang si janggut merah.

Selain Tunissia, Barbarossa juga menjalin hubungan dengan kesultanan Aljazair. Dari basis pertahanannya itu Aruj dan Khairuddin berhasil mengacaukan pelayaran kapal-kapal Kristen Katolik di Mediterania. Sepanjang tahun 1510-an, armada mereka telah membebaskan beberapa kota penting di  pesisir Aljazair dan wilayah Afrika Utara.

Ekspedisi si janggut merah (Barbarossa) ini sering meraih kemenangan gemilang atas perompak Nasrani. Hal itu membuat kagum kaum Muslimin yang merasakan kemenangan mereka. Barbarossa memiliki pengaruh terhadap kaum muslimin di wilayah yang mereka singgahi, sehingga basis terkuatnya terbentuk di Aljazair.

Hubungan Barbarossa bersaudara dengan para sultan tersebut tidak sepenuhnya mulus. Sebagian dari sultan ini rupanya merasa terancam dengan perkembangan pesat kekuatan Barbarossa. Sultan Salim al-Toumy, penguasa Aljazair, merasa terganggu dengan aktivitas Aruj dan Khairuddin dalam membebaskan Aljir dan beberapa kota di Aljazair lainnya.

Sultan Aljazair itu akhirnya mengusir Aruj dan anak buahnya dari Aljazair pada tahun 1516. Pasca pengusiran tersebut, ternyata justru membuat Aruj melawan karena basis Aljazair adalah titi penting dalam melawan misi Spanyol dan para sekutunya, sementara sultan Salim al Toumy tidak memiliki komitmen yang jelas untuk pembelaan terhadap kaum Muslimin.

Aruj Barbarossa akhirnya menggulingkan Sultan al-Toumy dan bertindak sebagai  penguasa Aljazair, dengan titik sentral di Aljir. Tahun itu juga menandai era baru perjuangan Barbarossa bersaudara, dari pertempuran yang sepenuhnya bersifat militer murni, kini mereka masuk dalam percaturan politik dan fungsi kenegaraan.

Bersambung ke artikel :: Bekerjasama dengan Turki Utsmani

ٍSumber rujukan
Qiroah jadidah fie tarikh utsmaniyyin
Ad Daulah al Utsmaniyah, awamilu nuhud wa asbabu suqut


[1] Moor adalah Kaum Muslimin dari zaman pertengahan yang tinggal di Negara Al-Andalus (Semenanjung Iberia yang meliputi Spanyol dan Portugis) dan juga Maroko dan Afrika barat, yang budayanya disebut Moorish.

[2] Inkuisisi Spanyol, atau nama resminya Tribunal Dinas Suci Inkuisisi adalah institusi pengadilan gereja yang didirikan oleh pasangan Monarki Katolik Raja Ferdinand II dari Aragon dan Ratu Isabella dari Kastilla, yang bertujuan untuk memelihara ortodoksi Katolik di Spanyol, dan menumpas mereka yang dianggap sesat yaitu Kaum Muslimin Andalus.

Add a Comment

Your email address will not be published.