Terkena Covid 19 Apakah Sama dengan Terkena Tha’un?

Syahid Karena Tha’un Apakah Sama dengan Mati Karena Covid 19

Salikun.com – Syahid Karena Tha’un Apakah Sama dengan Mati Karena Covid 19 ?

Perbedaan Ulama’ Tentang Definisi Penyakit Tho’un

Menurut Ibnul Qayyim al jauziah, Thoun adalah penyakit tertentu yang cirinya adalah terjadi pembengkakan parah pada kulit dan bersifat panas. Bagian tubuh yang terkena oleh penyakit ini akan menghitam atau menghijau dan bernanah. Dan ia akan meletup hingga mengeluarkan darah yang banyak.  Hal ini didasarkan sabda Nabi, dalam musnad Ahmad

غدة كغدة الإبل تخرج في الآباط والمراق من مات فيه مات شهيدا

Cairan kelenjar seperti yang ada pada onta, keluar pada pangkal kulit yang busuk juga di ketiak. Barangsiapa mati karenanya maka dia mati syahid.” (shahih, musnad ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa sebab syahid karena tha’un dimasukkan ke dalam mati berperang adalah sebab orang yang mati terkena thoun sama dengan mati terkena tebasan pedang, panas dan menyakitkan.

Sementara menurut ulama’ lain, tho’un adalah bukan satu penyakit tertentu, namun lebih kepada sifatnya yang menyebar dan mematikan. Dalam lisanul ‘arab disebutkan bahwa thoun adalah penyakit umum atau endemi yang menyebar dan merusak udara hingga merusak hati dan tubuh manusia.

Secara bahasa tha’un ini satu tingkat diatas waba’ (wabah). Kalau waba’ adalah penyakit yang menular dan menyebar dengan cepat. Sementara tha’un adalah penyakit yang menyebar cepat dan mematikan.

Baca juga : Belajar dari Salaf Cara Meredam wabah corona virus

Tentang Covid 19 Wuhan, Sama dengan Tha’un?

Sementara Covid 19 adalah jenis dari penyakit menular yang bersumber dari virus corona terbaru yang menimbulkan penyakit flu biasa hingga menyebabkan kematian. Bahkan dalam 3 bulan dari “umur virus” ini telah menyebabkan 308.000 kasus terinfeksi dengan 13.000 kematian di seluruh dunia.

Yang diserang oleh covid 19 ini adalah sistem pernapasan. Gangguan yang terjadi adalah pneumonia akut dan bisa menyebabkan kematian. Virus ini masih satu golongan dengan MERS dan SARS.

Penyebarannya sangat cepat semenjak ditemukan pertama kali akhir desember 2019. Menginveksi 100 lebih negara dunia.

tha'un

Apajah Corona Covid 19 Termasuk Tha’un, yang Jika Mati Termasuk Syahid?

Mayoritas ulama’ kontemporer hari ini memaknai bahwa thoun adalah wabah umum yang mematikan umat manusia. Jadi mereka yang terkena virus korona adalah sama dengan terkena wabah tha’un yang jika bersabar ia mati syahid.

Para ulama’ yang berfatwa demikian adalah dari Lembaga Fatwa Mesir Syaikh Ahmad Mamduh[1], Mufti Saudi Arabia yaitu Syaikh Abdul Aziz alu Syaikh[2], Abdul Muhsin al Abbad dan lainnya.

Sementara menurut Dr. Al Mathiri bahwa Corona Covid 19 ini tidaklah seganas tha’un amwas yang dulu pernah menimpa negri Syam. Meskipun sama-sama mematikan tapi beda dalam hal menyakitkan atau tidak prosesnya.[3] Jadi dalam hal ini beda antara tha’un dan covid 19.

Mati Syahid dan Jenisnya

Menurut ahli bahasa arab syahid itu artinya bersaksi. Sementara jika ditafsirkan lagi, maksudnya adalah bahwa Allah ta’ala dan para malaikat menyaksikan bahwa ia ahli surga, demikian menurut Ibnul Anbari[4].

Nabi sallallahu’alaihi wasallam menyebutkan bahwa syahid itu ada 5 jenis.

الشهداء خمسة المطعون والمبطون، والغريق، وصاحب الهدم، والشهيد في سبيل الله

Orang-orang yang mati syahid itu ada 5 yaitu orang yang terkena tha’un, sakit perut, tenggelam, terkena hantaman/runtuhan dan perang mati syahid. (muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Abu Daud ditambah dengan orang yang mati karena terbakar api dan ibu hamil yang gugur dalam persalinan.

Imam Nawawi dalam al Minhaj Syarh Shahih Muslim membagi orang yang mati syahid itu menjadi 3 jenis. Pertama syahid dunia dan akhirat yaitu yang wafat di medan perang dan ini yang utama. Kedua yaitu orang yang syahid akhirat saja yaitu orang yang terkena tha’un, sakit perut, tenggelam dan lainnya sesuai hadits diatas. Ketiga yaitu orang yang syahid dunia, orang yang meninggal karena berperang tetapi curang atas ghanimah[5] atau tidak ikhlas dalam perangnya.

Maksudnya syahid akhirat seperti syahid tha’un adalah dikafani dan dishalatkan sebagaimana biasa, tetapi di akhirat derajatnya disamakan dengan syahid karena berperang.

An Nawawi mengatakan mereka disamakan dengan syahid sebab kemurahan Allah karena keras dan pedihnya penderitaan sebelum ia meninggal dunia.

Kesimpulan Covid 19 dan Tha’un

Para Ulama’ berbeda pendapat apakah corona covid 19 itu termasuk tha’un yang mengakibatkan yang meninggal dunia masuk dalam syahid atau tidak. Tetapi penulis lebih merajihkan pendapat mayoritas ulama’ dari Mesir dan Saudi bahwa itu termasuk tha’un.

Namun semua ulama’ sepakat, bahwa orang beriman yang terkena wabah covid 19 ini juga bisa digolongkan dalam musibah besar yang jika sabar dan tidak melarikan diri (berbuah menular ke orang lain) maka akan diangkat derajatnya oleh Allah ta’ala. Nabi bersabda dalam riwayat Thabrani.

“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu.”

Wallahu a’lam bi showab


[1] https://arabic.rt.com/middle_east/1094964-دار-الإفتاء-المصرية-من-مات-بفيروس-كورونا-فهو-شهيد

[2] https://www.gololy.com/2014/05/12/132120/عبدالعزيز-آل-الشيخ-متوفي-كورونا-شهي.html

[3] https://blogs.aljazeera.net/blogs/2020/3/19/هل-يجوز-إغلاق-المساجد-وقاية-من-كورونا

[4] Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 6/42

[5] Hal ini disebutkan dalam hadits lain